<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962</id><updated>2012-02-16T05:43:25.032-08:00</updated><title type='text'>Coretan</title><subtitle type='html'>Aku Menulis Karena Aku Cinta Menulis -Makaribi-</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-7344670893095935717</id><published>2011-09-19T04:11:00.001-07:00</published><updated>2012-01-01T21:22:03.481-08:00</updated><title type='text'>Penelusuran nenek moyang manusia dengan Mitokondria DNA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-hUFV3sTdKh0/TwE-EDmOHJI/AAAAAAAAALY/Pw8QYNbsRdc/s1600/Homo%2BSapien.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 373px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-hUFV3sTdKh0/TwE-EDmOHJI/AAAAAAAAALY/Pw8QYNbsRdc/s400/Homo%2BSapien.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692899643379031186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-IKSQy5YfMu8/TwE-r02qMNI/AAAAAAAAALk/HT4PDCHe5Yo/s1600/neanderthal.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 206px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-IKSQy5YfMu8/TwE-r02qMNI/AAAAAAAAALk/HT4PDCHe5Yo/s400/neanderthal.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692900326616215762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-6lDMcj_Nqz8/Tv1ilovTQII/AAAAAAAAALM/wYkB-ndHCwQ/s1600/Heidel%2Bbergensis.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 292px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-6lDMcj_Nqz8/Tv1ilovTQII/AAAAAAAAALM/wYkB-ndHCwQ/s400/Heidel%2Bbergensis.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5691813902796669058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b3/Early_diversification.PNG/300px-Early_diversification.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 318px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b3/Early_diversification.PNG/300px-Early_diversification.PNG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Eva mitokondria"&lt;/span&gt;, di bidang genetika manusia, adalah julukan yang diberi ke moyang bersama yang terkini lewat garis matrilineal (dalam bahasa Inggris "MRCA" atau most recent common ancestor). Dalam kata lain, wanita yang dijuluki demikian adalah moyang dari semua manusia yang hidup saat ini, dari sisi ibu, dan dari ibu ke ibu, mundur ke masa lampau sampai semua garis keturunan bertemu pada satu orang. Dalam setiap orang, semua DNA mitokondria (mtDNA) turun dari mtDNA orang tersebut karena mtDNA setiap orang diturunkan ke anaknya tanpa kombinasi ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping Eva mitokondria, ada juga &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Adam kromosom Y"&lt;/span&gt;, nama yang diberi kepada moyang bersama lewat garis ayah atau patrilineal. Namun kedua orang ini hidup pada waktu yang berbeda ribuan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam garis yang menuju ke MRCA, setiap moyang dari orang yang hidup kini memiliki saudara seangkatan, kakak dan adik sekandung Boleh jadi ada lebih dari satu MRCA yang lahir pada hari yang sama. Namun mereka dipandang sebagai satu MRCA secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya, Eva mitokondria diperkirakan hidup sekitar 200 000 tahun lalu, kemungkinan paling besar di Afrika Timur, saat Homo sapiens sapiens ("anatomically modern humans" atau "manusia modern dari segi anatomi") sedang berkembang sebagai manusia yang terpisah dari sub-spesies manusia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva mitokondria hidup jauh lebih dini dari pada apa yang disebut sebagai "Out of Africa migration", yang diperkirakan terjadi antara 95 000 dan 45 000 tahun lalu. Penentuan tanggal "Eva" ini meniadakan multiregional hypothesis atau "hipotesa multiregional" (teori yang menganggap bahwa "manusia modern" muncul di lebih dari satu tempat di dunia), dan mendukung hipotesa bahwa manusia modern muncul pada saat yang tidak terlalu jauh di masa lampau di Afrika]], kemudian menyebar dari Afrika dan menggantikan manusia yang lebih "purba" seperti Neanderthal. Dengan demikian, hipotesa "Out of Africa" adalah yang dominan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Para ahli paleoantropologi punya hipotesis, asal muasal manusia modern adalah "Hawa". Ia bukanlah manusia pertama yang diceritakan dalam kisah penciptaan di kitab suci. Hawa dalam pandangan para paleoantropolog adalah wanita yang hidup di Afrika antara 100.000 - 300.000 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membawa salah satu tipe DNA mitokondria (Deoxyribonucleic acid di dalam mitokondria - "pabrik energi" di dalam sel yang memasok sekitar 90% energi agar sel, jaringan, organ, dan sistem tubuh dapat berfungsi), bagian dari sejumlah kromosom yang berfungsi meneruskan faktor keturunan dari sel induk kepada sel turunan. Dalam hal ini, mtDNA hanya diturunkan kepada wanita. Setelah mengkaji variasi genetik di dalam mtDNA dalam berbagai populasi, para ilmuwan menyimpulkan, kita semua merupakan turunan dari satu nenek moyang, wanita "Hawa" di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan itu membuka cakrawala baru bahwa manusia modern kemungkinan bukanlah keturunan dari manusia purba semacam Homo sapiens yang hidup 500.000 tahun lalu. Atau bahkan, spesies yang lebih tua seperti Homo habilis (2,5 - 1,6 juta tahun lalu), Homo ergaster (1,8 - 1,4 juta tahun lalu), dan Homo erectus (1,5 juta tahun lalu). Soalnya secara fisik Homo sapiens tampak sangat berbeda dengan manusia modern. Lebih tegap dengan wajah lebih lebar, dan kening mata menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Max Ingman, doktor genetik asal Amerika Serikat dalam tulisan bertajuk Mitochondrial DNA Clarifies Human Evolution mengungkapkan hal senada dengan pendapat para paleoantropolog bahwa manusia modern berevolusi dari salah satu tempat di Afrika antara kurun waktu 100 - 200 ribu tahun lalu. Dari situ moyang manusia masa kini itu lantas menyebar dan mendiami tempat-tempat di luar Afrika.. Gen manusia modern ini tidak bercampur dengan gen spesies manusia purba. Teori penyebaran manusia ini dikenal dengan hipotesis Out of Africa dan disokong oleh bukti-bukti genetik yang telah ditemukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-7344670893095935717?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/7344670893095935717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=7344670893095935717' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/7344670893095935717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/7344670893095935717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2011/09/penelusuran-nenek-moyang-manusia-dengan.html' title='Penelusuran nenek moyang manusia dengan Mitokondria DNA'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-hUFV3sTdKh0/TwE-EDmOHJI/AAAAAAAAALY/Pw8QYNbsRdc/s72-c/Homo%2BSapien.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-7289802519731261684</id><published>2011-09-17T18:34:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T07:12:54.410-07:00</updated><title type='text'>Denisova hominin (X-Woman), Manusia Neanderthal dan  prehistoric interbreeding</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a7/Turist_den-peschera.jpg/250px-Turist_den-peschera.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 186px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a7/Turist_den-peschera.jpg/250px-Turist_den-peschera.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Studi genetik menegaskan bahwa sekitar 4% dari DNA manusia modern non-Afrika  berkaitan dengan Neanderthal. Tes membandingkan genom Denisova hominin dengan genom orang-orang dari enam manusia modern yang telah diurutkan: Kung dari Afrika Selatan, Nigeria, seorang Prancis, seorang Papua Nugini, seorang dari Kepulauan Bougainville dan China Han menunjukkan bahwa antara 4% dan 6%! genome dari Melanesia (diwakili oleh Papua Nugini dan Kepulauan Bougainville) berasal dari populasi Denisovan. Gen yang mungkin diperkenalkan selama migrasi awal nenek moyang Melanesia ke Asia Tenggara. Sejarah interaksi ini menunjukkan bahwa Denisovans sekali menyebar luas di Asia Timur.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Denisova Hominin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan telah mengidentifikasi jenis yang sebelumnya tidak diketahui dari manusia purba melalui analisis DNA dari tulang jari ditemukan di sebuah gua Siberia, Gua Denisova.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The extinct "hominin" (makhluk yang mirip manusia) tinggal di Asia Tengah antara 48.000 dan 30.000 tahun yang lalu, dikenal dengan X-Woman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tim internasional telah mengurutkan materi genetik dari fosil tersebut dan menunjukkan bahwa itu berbeda dari manusia Neanderthal dan manusia modern. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://0.tqn.com/d/archaeology/1/0/1/J/1/Tooth.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 212px;" src="http://0.tqn.com/d/archaeology/1/0/1/J/1/Tooth.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua Denisovan berasal dari lapisan 11 di Denisova, dan itu sedikit masalah. Tanggal radiokarbon dari lapisan ini menunjukkan bahwa setidaknya ada dua dan mungkin lebih pekerjaan pada lapisan yang sama, satu lebih tua dari 50.000 (batas atas C14 dating) dan satu antara 23,000-30,000 tahun yang lalu. Falang dan molar kedua tampaknya dari pendudukan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1avqHCtndgU/TnXed84d-pI/AAAAAAAAAK0/4OMkUSCgfu4/s1600/hominin_info.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 190px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1avqHCtndgU/TnXed84d-pI/AAAAAAAAAK0/4OMkUSCgfu4/s400/hominin_info.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653669513374071442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Neanderthal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan telah merekonstruksi sepotong DNA dari genom manusia Neanderthal yang hidup 38.000 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi genetik yang mereka ekstraksi dari tulang paha telah memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi lebih dari satu juta blok bangunan DNA Neanderthal sejauh ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti telah merangkai DNA mitokondria (mtDNA) dari 12 Neanderthal. Ini adalah DNA dari pembangkit sel, dan yang diturunkan dari ibu ke anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara mtDNA telah mengkonfirmasi bahwa Neanderthal memang berbeda dari kita, informasi yang diperoleh dari itu terbatas. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://0.tqn.com/d/archaeology/1/G/k/-/1/neanderthal.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 120px;" src="http://0.tqn.com/d/archaeology/1/G/k/-/1/neanderthal.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Neanderthal adalah jenis hominid awal yang hidup di planet bumi antara sekitar 200.000 sampai 30.000 tahun yang lalu. Nenek moyang langsung kita, "Anatomis Manusia modern " telah di buktikan untuk sekitar 130.000 tahun yang lalu. Di beberapa tempat, Neanderthal berdampingan dengan manusia modern sekitar 10.000 tahun, dan mungkin (meskipun banyak diperdebatkan) bahwa dua spesies mungkin telah kawin silang, penelitian DNA mitokondria terbaru di lokasi  Gua Feldhofer menunjukkan bahwa Neanderthal dan Manusia memiliki nenek moyang yang sama sekitar 550.000 tahun lalu, tetapi tidak dinyatakan terkait;. DNA nuklir pada tulang dari Gua Vindija mendukung anggapan ini meskipun kedalaman waktu masih dalam pertanyaan. Namun, Neanderthal Genome Project tampaknya telah menyelesaikan masalah ini, dengan mengungkap bukti bahwa beberapa manusia modern memegang persentase kecil (1-4%) dari gen Neanderthal.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://news.bbcimg.co.uk/media/images/50547000/gif/_50547826_human_family_tree304.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 304px; height: 257px;" src="http://news.bbcimg.co.uk/media/images/50547000/gif/_50547826_human_family_tree304.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Prehistoric interbreeding&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hubungan seksual antara manusia purba dan sepupu evolusi mereka  penting untuk sistem kekebalan tubuh modern kita, para peneliti melaporkan dalam jurnal Science.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan dengan Neanderthal dan Denisovans memperkenalkan gen yang membantu kita mengatasi virus sampai hari ini, mereka menyimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kawin silang prasejarah menyebabkan hingga 4% dari genom manusia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem kekebalan tubuh manusia, HLA (antigen leukosit manusia) memainkan peran penting dalam mempertahankan melawan benda asing seperti virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penulis mengatakan bahwa asal-usul beberapa kelas gen HLA 1 adalah bukti bahwa kerabat purba kita kawin dengan Neanderthal dan Denisovans untuk suatu periode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya satu gen HLA sering terjadi pada populasi saat ini dari Asia Barat, tetapi jarang di Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti mengatakan bahwa ini karena setelah manusia purba meninggalkan Afrika sekitar 65.000 tahun lalu, mereka mulai berkembang biak dengan hubungan mereka lebih primitif di Eropa, sementara mereka yang tinggal di Afrika tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gen-gen HLA Neanderthal dan Denisovans itu, telah beradaptasi dengan kehidupan di Eropa dan Asia selama beberapa ratus ribu tahun, sedangkan pendatang baru dari Afrika tidak akan memiliki gen ini," kata pemimpin studi Peter Parham dari Stanford University School Kedokteran di California.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi mendapatkan gen melalui perkawinan akan memberikan keuntungan bagi populasi yang diperoleh mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tim melihat varian HLA disebut HLA-B * 73 ditemukan pada manusia modern, mereka menemukan bukti bahwa itu berasal dari perkawinan silang dengan Denisovans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Neanderthal telah ditemukan di banyak situs di seluruh Eropa dan Asia, Denisovans dikenal hanya dari jari dan gigi yang digali di satu situs di Rusia, meskipun bukti genetik menunjukkan mereka berkisar lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Analisis kami adalah semua dilakukan dari satu orang, dan apa yang luar biasa adalah bagaimana informatif dan bagaimana data kami melihat gen-gen yang dipilih adalah sangat konsisten dan gratis dengan analisis genome seluruh yang sebelumnya diterbitkan," kata Profesor Parham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah skenario yang sama ditemukan dengan jenis gen HLA dalam genom Neanderthal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menemukan frekuensi di Asia dan Eropa yang jauh lebih besar dari perkiraan seluruh genom DNA purba pada manusia modern, 1-6%," kata Profesor Parham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan memperkirakan bahwa Eropa berhutang lebih dari setengah varian mereka satu kelas gen HLA untuk kawin campur dengan Neanderthal dan Denisovans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asia berutang sampai 80%, dan Papua New Guinea hingga 95%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan lain, sementara setuju bahwa manusia dan manusia purba lainnya kawin silang, tapi kurang yakin tentang bukti dampaknya pada sistem kekebalan tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku berhati-hati tentang kesimpulan karena sistem HLA sangat variabel pada orang yang hidup," komentar John Hawks, asisten profesor antropologi di University of Wisconsin-Madison, AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sulit untuk menyelaraskan gen purba di bagian genom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Juga, kita tidak tahu apa nilai dari gen ini sebenarnya, meskipun kita dapat berpendapat bahwa mereka terkait dengan lingkungan penyakit dalam beberapa cara."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara gen yang kami terima mungkin membantu kita tetap selangkah lebih maju dari virus sampai hari ini, Neanderthal tidak melakukannya dengan baik keluar dari pertemuan mereka dengan nenek moyang manusia modern, menghilang sepenuhnya sekitar 30.000 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter Parham berpendapat sebuah paralel bisa ditarik antara peristiwa pada masa ini dan penaklukan Eropa Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Awalnya Anda memiliki kelompok kecil menjelajahi Eropa, memiliki waktu yang sulit dan berteman dengan pribumi, tetapi karena mereka membangun diri mereka sendiri, mereka menjadi kurang ramah dan lebih mungkin untuk mengambil alih sumber daya mereka dan menghilangkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengalaman modern mencerminkan masa lalu, dan sebaliknya." #&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Informasi terbaru datang dari DNA biasa (bukan mitokondria) dan tim telah mengidentifikasi bahwa Denisovans (seperti ilmuwan telah memutuskan untuk nama mereka) dan Neanderthal berasal dari garis keturunan yang sama. Data menunjukkan bahwa persentase kecil dari gen modern masa kini menunjukkan beberapa kesamaan Melanesia ke Denisovans, menyebabkan para ahli untuk percaya bahwa Denisovans mungkin telah meluas di Asia.&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-7289802519731261684?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/7289802519731261684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=7289802519731261684' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/7289802519731261684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/7289802519731261684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2011/09/denisova-hominin-x-woman-manusia.html' title='Denisova hominin (X-Woman), Manusia Neanderthal dan  prehistoric interbreeding'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1avqHCtndgU/TnXed84d-pI/AAAAAAAAAK0/4OMkUSCgfu4/s72-c/hominin_info.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-7535840520081473528</id><published>2011-09-17T08:45:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T15:40:56.836-07:00</updated><title type='text'>Manusia Jawa (Pithecanthropus Erectus)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.talkorigins.org/faqs/homs/overlay1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 260px;" src="http://www.talkorigins.org/faqs/homs/overlay1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sangiran is one of the key sites for the understanding of human evolution. It illustrates the development of Homo sapiens sapiens from the Lower Pleistocene to the present through the outstanding fossil and artefactual material that it has produced.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The archaeological site of Sangiran is situated 15 km east of Solo. The geological stratigraphy of the Sangiran area covers 2 million years, from the late Pliocene to the recent periods. The Lower and Middle Pleistocene Ievels have produced considerable fossil and artefactual material.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; Fifty early human fossils&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Pithecanthropus erectus/Homo erectus)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; have been found, representing 50% of all the known hominid fossils in the world, together with numerous animal and floral fossils such as rhinoceros, elephant ivory, buffalo horn, deer horn and many others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palaeolithic stone tools (Sangiran flakes) found at Ngebung include flakes, choppers and cleavers in chalcedony and jasper and, more recently, bone tools. The site has also produced Neolithic axes. This evidence indicates that hominids have inhabited the area for at Ieast 1.5 million years. The Palaeolithic tools can be dated to around 800,000 BP, and the sequence of cultural material from this period through to the Neolithic illustrates continuous evolution of man in relation to the ecosystem over a long period.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The geology of the Sangiran Early Man Site is sedimentary in origin, beginning with the late Pliocene. It was deformed into a domed anticline by diaper intrusion. The summit was subsequently eroded by river action, turning it into a recessed, reversed dome. Early hominid fossils occur in successive formations, starting with the Pucangang (0.5-1.5 million years BP), but more particularly in the Kabuh (0.25-0.5 million years BP) and Notopuro (11,000-250,000 years BP). Nowadays, it is an unfertile hill and the region is now entirely devoted to peasant agriculture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Ever since von Koenigswald found flake tools in the Ngebung village in 1934, the site has made an immense contribution to the study of evolution over the past million years by illustrating the evolution of Homo erectus. Homo erectus is important to the study of the early history of mankind before the emergence of the modern Homo sapiens. Fossils of Homo erectus have been found from time to time in a site covering 8 km by 7 km since 1936 to the present day.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Not only has the Sangiran site contributed to the understanding of the family tree of mankind, it has also thrown much light the evolution of culture, of animals, and of the ancient environment. Large quantities of human and animal fossils, along with Palaeolithic tools, have been found on the Sangiran site in a geological-stratigraphical series that has been laid down continuously for more than 2 million years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.talkorigins.org/faqs/homs/pith_top.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 502px; height: 241px;" src="http://www.talkorigins.org/faqs/homs/pith_top.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Top views of the skulls of a chimpanzee, the Java Man skullcap, and a Neandertal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pithecanthropus (manusia kera) adalah jenis manusia purba yang fosil-fosilnya paling banyak ditemukan di Indonesia. Fosil Pithecanthropus pertama kali ditemukan oleh arkeolog dari Belanda, Eugene Dubois pada tahun 1891 di Trinil, Ngawi, Jawa Timur, berupa atap tengkorak dan tulang paha. Berdasarkan temuannya tersebut Dubois menamainya dengan Pithecanthropus erectus (manusia kera yang berdiri tegak. Fosil yang lebih lengkap kemudian ditemukan di desa Sangiran, Jawa Tengah, Fosil berupa tempurung tengkorak manusia ini ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, seorang ahli paleontologi dari Berlin, pada tahun 1936.&lt;br /&gt;Disamping Pithecanthropus erectus jenis Pithecanthropus lainnya yang ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthropus robustus (manusia kera yang besar) &lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Fosil ini ditemukan oleh Weidenreich dan Von Koenigswald pada tahun 1939 di Trinil Ngawi, lembah Bengawan Solo. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah]&lt;/span&gt;, dan Pithecanthropus mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Fosil ini ditemukan oleh Von Koenigswald di desa Perning, Mojokerto Jawa Timur pada lapisan Pleistosen bawah].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan, Pithecanthropus memiliki ciri berikut:&lt;br /&gt;• Pithecanthropus hidup pada masa Pleistosen awal dan tengah (1 juta hingga 1,5 juta tahun silam)&lt;br /&gt;• Tinggi badan sekitar 168 – 180 cm dengan berat badan rata-rata 80 – 100 kg&lt;br /&gt;• Berjalan tegak&lt;br /&gt;• Volume otaknya sekitar 775 cc – 975 cc&lt;br /&gt;• Batang tulang lurus dengan tempat-tempat perlekatan otot yang sangat nyata&lt;br /&gt;• Bentuk tubuh dan anggota badan tegap&lt;br /&gt;• Alat pengunyah dan otot tengkuk sangat kuat&lt;br /&gt;• Bentuk geraham besar dengan rahang yang sangat kuat&lt;br /&gt;• Bentuk kening yang menonjol sangat tebal&lt;br /&gt;• Bentuk hidung tebal&lt;br /&gt;• Tidak memiliki dagu&lt;br /&gt;• Bagian belakang kepala tampak menonjol.#&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-7535840520081473528?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/7535840520081473528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=7535840520081473528' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/7535840520081473528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/7535840520081473528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2011/09/manusia-jawa-pithecanthropus-erectus.html' title='Manusia Jawa (Pithecanthropus Erectus)'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-1911966823370193295</id><published>2011-09-16T03:55:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T14:35:23.987-07:00</updated><title type='text'>Manusia Kerdil Dari Flores (Homo Floresiensis)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://history1978.files.wordpress.com/2011/08/homofloresiensis.jpg?w=400&amp;h=302"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://history1978.files.wordpress.com/2011/08/homofloresiensis.jpg?w=400&amp;h=302" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;kiri LB1&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Everything about them seems incredible. They were very small, not much more than three feet tall, yet do not resemble any modern pygmies. They walked upright on short legs, but might have had a peculiar gait obviating long-distance running. The single skull that has been found is no bigger than a grapefruit, suggesting a brain less than one-third the size of a human's, yet they made stone tools similar to those produced by other hominids with larger brains. They appeared to live isolated on Flores as recently as 17,000 years ago, well after humans had made it to Australia.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pendapat bahwa fosil ini berasal dari spesies bukan manusia ditentang oleh kelompok peneliti yang juga terlibat dalam penelitian ini, dimotori oleh Prof. Teuku Jacob dari UGM. Berdasarkan temuannya, fosil dari Liang Bua ini berasal dari sekelompok orang katai Flores, yang sampai sekarang masih bisa diamati pada beberapa populasi di sekitar lokasi penemuan, yang menderita gangguan pertumbuhan yang disebut mikrosefali ("kepala kecil"). Menurut tim ini, sisa manusia dari Liang Bua merupakan moyang manusia katai Homo sapiens yang sekarang juga masih hidup di Flores dan termasuk kelompok Australomelanesoid. Kerangka yang ditemukan terbaring di Liang Bua itu menderita microcephali, yaitu bertengkorak kecil dan berotak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6wWAvMOB4eQ/TEipSWPrqEI/AAAAAAAACOQ/TZ2CoQthmQ4/s1600/untitled.PNG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 245px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6wWAvMOB4eQ/TEipSWPrqEI/AAAAAAAACOQ/TZ2CoQthmQ4/s1600/untitled.PNG" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ditemukannya H. floresiensis, mitos bahwa kecerdasan manusia muncul bersamaan dengan peningkatan ukuran otak kini telah semakin menjadi tidak dapat dipercaya. Hal tersebut dikarenakan H. floresiensis, dengan volume otak tak lebih besar dari simpanse, memperlihatkan perilaku yang tidak berbeda dengan manusia yang berotak besar. Oleh karenanya, ini membuktikan bahwa kecerdasan dan kemampuan mental manusia tidaklah sebanding dengan ukuran otak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itulah maksud sesungguhnya dari perkataan Henry Gee dalam menafsirkan penemuan H. floresiensis: "Keseluruhan anggapan bahwa Anda membutuhkan ukuran otak tertentu untuk melakukan sesuatu yang cerdas telah sama sekali dipatahkan oleh penemuan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkejutan yang sesungguhnya bagi para evolusionis datang dari pengetahuan bahwa apa yang diyakini sebagai hominid (keluarga manusia modern) dengan volume otak yang sedemikian kecil itu hidup bukan berjuta-juta tahun lampau, melainkan hanya 18.000 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Prof. Teuku Jacob, di situs internet harian Jakarta Post berjudul “Indonesian experts deny ‘Flores Man' fossil claim” ("Pakar Indonesia Menyanggah Pernyataan tentang Fosil 'Manusia Flores'") melaporkan pandangan serupa yang dianut oleh Harry Widianto dari Lembaga Arkeologi Yogyakarta. Widianto menyatakan bahwa manusia Flores hanyalah subspesies dari H. sapiens, dengan kata lain suatu ras manusia modern. Ia juga menegaskan bahwa fosil-fosil ini seharusnya dinamakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;H. sapiens floresiensis&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Segala sesuatu tentang mereka tampak luar biasa. Mereka sangat kecil, tidak lebih dari tiga kaki, namun tidak menyerupai pigmi modern. Mereka berjalan tegak di kaki yang pendek, tetapi mungkin memiliki gaya berjalan yang aneh menghindarkan lari jarak jauh. Tengkorak tunggal yang telah ditemukan tidak lebih besar dari jeruk, menunjukkan otak kurang dari sepertiga ukuran manusia, namun mereka membuat alat-alat batu yang mirip dengan yang dihasilkan oleh hominid lainnya dengan otak lebih besar. Mereka tampaknya hidup terisolasi di Flores baru-baru ini 17.000 tahun yang lalu, baik setelah manusia telah berhasil ke Australia.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-1911966823370193295?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/1911966823370193295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=1911966823370193295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/1911966823370193295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/1911966823370193295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2011/09/manusia-kerdil-dari-flores-homo.html' title='Manusia Kerdil Dari Flores (Homo Floresiensis)'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6wWAvMOB4eQ/TEipSWPrqEI/AAAAAAAACOQ/TZ2CoQthmQ4/s72-c/untitled.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-3711026109750218187</id><published>2011-09-16T02:44:00.000-07:00</published><updated>2011-09-16T02:45:33.931-07:00</updated><title type='text'>Giganthropus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s8int.com/images2/giganto1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 400px;" src="http://s8int.com/images2/giganto1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giganthropus adalah ras hominid yang telah punah pada saat ini, belum diketahui oleh sains. Ia hidup di Afrika antara 1 - 2,5 juta tahun yang lalu, dan oleh karena itu hidup sezaman dengan Homo habilis dan Homo erectus. Hal ini sangat mungkin spesimen selamat menjadi manusia Neanderthal dan bahkan Cro-Magnon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giganthropus adalah omnivora, tetapi memiliki rasa yang berbeda yaitu memakan daging mentah. Untuk sebuah hominid awal, atau bahkan seorang pria sejati, manusia-kera raksasa akan benar-benar menjadi raksasa. Seorang pemakan berantakan, Giganthropus mengkonsumsi segala sesuatu kecuali tulang dan sisanya, dan retakan sumsum tulang untuk mereka. Inilah salah satu alasan tidak ada sisa-sisa fosil ditemukan. Makhluk juga memakan sendiri yang mati !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran rata-rata tujuh meter Giganthropus adalah untuk laki-laki, 6 1 / 2 untuk wanita. Namun, mereka tidak kekar, seperti gorila, tapi kurus dan berotot. Tubuh jarang ditutupi dengan rambut hitam atau kemerahan; kulit berwarna cokelat menengah. dahi yang rendah dan miring, tapi rahang sangat berat, dengan gigi taring dan gigi seri diucapkan. Lengan yang panjang dan tangan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giganthropus adalah pengguna alat, meskipun hanya alat mentah dari kayu dan tulang; mereka tidak bekerja dengan batu. Berburu : memburu kawanan hewan atau primata yang lebih kecil, yang dapat dilakukan setelah korban di menghancurkan dengan kelompok, atau hanya berjalan tanpa lelah setelah sampai mangsa jatuh karena kelelahan. Manusia-kera dapat melempar batu, mengetuk mangsa dari pohon , dan mungkin membawa satu untuk tujuan tersebut, tetapi tidak memahami konsep "kontainer," begitu tergantung terutama pada apa yang dapat menemukan rudal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah suku Giganthropus dapat memiliki empat sampai beberapa puluh. Sang pria kooperatif dalam berburu. Ketika mereka pindah ke wilayah baru, target pertama mereka akan menjadi orang-orang dekat lainnya yang mungkin bersaing dengan mereka untuk permainan. "Koeksistensi damai" tidak ada dalam kosa kata mereka, mereka akan membunuh dan makan pesaing mereka, memperlakukan perempuan dan muda sebagai enak tidbits khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan mengambil tahanan, tapi hanya untuk makan mereka nanti. Giganthropus satunya mungkin ditangkap dan pendiam, atau yang muda dibesarkan oleh spesies lain, tetapi suku-manusia kera raksasa membuat tetangga sangat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Giganthropus telah ST 6, DX rata-rata, IQ-4, dan HT 2. Mereka memiliki keuntungan dari kewaspadaan. Mereka memiliki kelemahan yang sama dengan australopithecine gracile: Span Perhatian pendek, tidak ada Kemampuan Matematika atau Magery, dan kemampuan bahasa tidak lebih dari 8. Bad temper, Berserk dan kerakusan semua kerugian sesuai untuk anggota ini agresif, serakah.#&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-3711026109750218187?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/3711026109750218187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=3711026109750218187' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/3711026109750218187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/3711026109750218187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2011/09/giganthropus.html' title='Giganthropus'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-5410929272023524861</id><published>2010-07-16T10:52:00.001-07:00</published><updated>2010-07-16T10:55:49.789-07:00</updated><title type='text'>Giant Footprints (telapak kaki raksasa)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s8int.com/images4/hubbard-6.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 460px;" src="http://s8int.com/images4/hubbard-6.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s8int.com/images4/hubbard-3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 478px; height: 176px;" src="http://s8int.com/images4/hubbard-3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s8int.com/images4/hubbard-4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 425px; height: 256px;" src="http://s8int.com/images4/hubbard-4.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s8int.com/images4/hubbard-1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 463px;" src="http://s8int.com/images4/hubbard-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;telapak kaki raksasa di batu pasir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-5410929272023524861?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/5410929272023524861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=5410929272023524861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/5410929272023524861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/5410929272023524861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2010/07/giant-footprints-telapak-kaki-raksasa.html' title='Giant Footprints (telapak kaki raksasa)'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-129643193767613693</id><published>2010-07-16T10:39:00.000-07:00</published><updated>2010-07-16T10:59:14.383-07:00</updated><title type='text'>Meganthropus Paleojavanicus (Manusia raksasa Jawa)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s8int.com/images5/java-header.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 35px;" src="http://s8int.com/images5/java-header.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://s8int.com/images3/skullcompare.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 425px; height: 328px;" src="http://s8int.com/images3/skullcompare.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Meganthropus paleojavanicus&lt;/span&gt; Adalah manusia purba tertua di jawa. Fosilnya ditemukan oleh G.H.R Von Koenigswald pada tahun 1936 dan 1941 di Sangiran (Surakarta), yaitu rahang bawah dan atas. Hal serupa juga ditemukan dengan Marks tahun 1952 berupa rahang bawah. Cirri-ciri tubuhnya kekar, rahang dan gerahamnya besar, serta tidak berdagu sehingga menyerupai kera. M.paleojavanicus hidup &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2jt-1jt&lt;/span&gt; tahun yang lalu. Cirri lainnya memiliki tulang pipi yang tebal, bertubuh tegak dan memiliki tonjolan kening yang menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri&lt;br /&gt;• Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu&lt;br /&gt;• Badannya tegak&lt;br /&gt;• Hidup mengumpulkan makanan&lt;br /&gt;• Makanannya tumbuhan&lt;br /&gt;• Rahangnya kuat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-129643193767613693?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/129643193767613693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=129643193767613693' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/129643193767613693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/129643193767613693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2010/07/meganthropus-paleojavanicus-manusia.html' title='Meganthropus Paleojavanicus (Manusia raksasa Jawa)'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-7841270900993483429</id><published>2010-07-16T09:08:00.000-07:00</published><updated>2010-07-16T09:22:25.700-07:00</updated><title type='text'>Manusia Raksasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.redicecreations.com/specialreports/2005/12dec/giantsgrave.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 392px;" src="http://www.redicecreations.com/specialreports/2005/12dec/giantsgrave.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok ilmuwan Rusia dengan Profesor Ernst Muldashev sebagai kepala, berangkat ekspedisi ke Suriah, Lebanon dan Mesir pada awal tahun ini (2005). Setelah mengunjungi banyak tempat bersejarah yang menarik, para ilmuwan mencoba untuk mengungkap misteri terbesar dari peradaban manusia. Penelitian ini memberikan hasil yang sensasional. Para peneliti menemukan kuburan orang-orang raksasa setelah ekspedisi, dan ditemukan jejak kaki raksasa di Suriah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;T&lt;/span&gt;: Banyak legenda dan dongeng tentang raksasa. Menurut Anda, mengapa tidak ada tulang raksasa telah ditemukan sejauh ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;J&lt;/span&gt;: Raksasa Kuno mungkin tidak pernah mengubur mati mereka di tanah seperti yang kita lakukan. Orang yang berbeda di tempat berbeda pada saat ini menguburkan orang mati denga cara berbeda. Ini adalah kebiasaan di India untuk membakar orang mati dan melemparkan abu dalam air. Sepertinya saya katakan bahwa orang-orang kuno menempatkan tubuh mati ke SARKOFAGUS dimana tubuh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dematerialized&lt;/span&gt; dan berubah menjadi semacam gumpalan energi yang digunakan oleh orang-orang yang hidup untuk berbagai tujuan. Itulah mengapa tulang orang raksasa tidak pernah dapat ditemukan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;T&lt;/span&gt;: Apakah Anda menemukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;J&lt;/span&gt;: Tidak, kami tidak. Tapi kami menemukan makam kuno raksasa. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Q&lt;/span&gt;: Bisa tolong jelaskan &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;J&lt;/span&gt;: makam Abel, putra kedua dari Adam dan Hawa, adalah makam terkenal dan paling signifikan. Tempat ini terletak di sekitar Damaskus . Sejumlah besar peziarah dari negara-negara Arab tiba di sini untuk berdoa. Druzes, anggota sebuah sekte keagamaan yang independen, telah menjaga kubur selama 300 tahun. Mereka berbicara bahasa Syria, sebuah bentuk bahasa Aram yang digunakan oleh berbagai Gereja Timur. Yesus Kristus berbicara dalam bahasa Aram pada waktunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu nisan makam Abel adalah struktur granit sepanjang enam meter dan lebar 1,80 meter. Ada lubang di samping nisan. Anda dapat mencium bau aneh jika Anda lebih dekat dengan lubang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;T&lt;/span&gt;: Apakah ada yang pernah mencoba untuk membuka kubur dan mempelajari isi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;J&lt;/span&gt;: Muslim tidak akan pernah mengijinkan siapa pun untuk membuka liang kubur. Ini akan dianggap sebagai penodaan dari kuburan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;T&lt;/span&gt;: Anda menyebutkan beberapa kuburan raksasa yang ditemukan oleh ekspedisi Anda, bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;J&lt;/span&gt;: Ya, benar. Pencarian panjang akhirnya menghasilkan penemuan beberapa kuburan raksasa yang terletak dekat kota Aleppo di Suriah. Kuburan-kuburan yang digunakan untuk menjadi tempat suci bagi umatnya. Namun, beberapa penduduk setempat mengatakan kepada kami bahwa muslim radikal menghancurkan kuburan beberapa tahun yang lalu. Mereka membuldoser batu nisan. Kita dapat memulai sebuah penggalian di situs, tetapi kami tidak pernah melakukannya. Kami tidak tahu bagaimana penduduk setempat akan bereaksi jika kami menggali di tanah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk lokal menunjukkan kita makam raksasa lain. Itu berada di atas bukit sekitar 20 kilometer jauhnya dari kuburan dihancurkan. Sebutan masyarakat setempat adalah "kuburan orang 7,5 meter." raksasa itu disebut "Muhammad Attaul" atau Muhammad Satu Tall. Legenda mengatakan bahwa raksasa itu turun dari Yaman. Dia adalah seorang pria ajaib, ia bisa berbicara bahasa Arab yang digunakan oleh nabi Muhammad. Dia dibunuh dan dikuburkan di tempat tersebut. Penggali harta merusak kuburan dua tahun yang lalu. Mereka tertangkap dan dibuang ke dalam penjara . petani setempat sekarang berusaha untuk mengembalikan kubur. Mereka telah menempatkan beberapa batu-batu besar di sekitarnya dan membangun sebuah pagar batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;T&lt;/span&gt;: Apakah Anda benar-benar percaya bahwa orang-orang raksasa dikuburkan di kuburan tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;J&lt;/span&gt;: Tidak ada yang bisa dipastikan sampai kuburan dibuka dan tulang ditemukan. Namun, pihak berwenang Suriah tidak mungkin untuk mengizinkan pembukaan makam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah bukti yang menunjukkan dapat disimpulkan bahwa raksasa bisa hidup di Bumi tidak begitu lama. Misalnya, di Asia Anda dapat menemukan deskripsi yang sangat rinci tentang Buddha. Buku ini berjudul "60 kekhasan dan 32 karakteristik Buddha". Ia mengatakan bahwa Buddha adalah orang yang sangat tinggi, jari dan kakinya bermembran, dan giginya 40. Karakteristik di atas cocok dengan orang-orang dari generasi sebelumnya yaitu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Atlantis&lt;/span&gt;. Mengapa kita harus mengabaikan legenda tentang raksasa dan titan? Mengapa tidak kita perhitungkan jejak yang jelas dari raksasa di &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ain Dar&lt;/span&gt;? Dan, yang terakhir namun tidak sedikit, mengapa kita harus mempertimbangkan kuburan raksasa riil sebagai mistifikasi? Orang-orang telah berdoa di kuburan itu sejak saat pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-7841270900993483429?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/7841270900993483429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=7841270900993483429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/7841270900993483429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/7841270900993483429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2010/07/manusia-raksasa.html' title='Manusia Raksasa'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-3563594724983117357</id><published>2009-10-19T00:09:00.000-07:00</published><updated>2010-07-16T09:24:08.439-07:00</updated><title type='text'>Misteri Hilangnya Peradaban</title><content type='html'>&lt;a href="http://erabaru.net/sejarah/56-sejarah/1320-misteri-hilangnya-peradaban"&gt;Misteri Hilangnya Peradaban&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak contoh pengetahuan menakjubkan dari ilmuwan jaman prasejarah di berbagai bidang yang terus membuat para ilmuwan dan peneliti modern terkesima. Tingkat pengetahuan mereka dalam beberapa hal bahkan melampaui ilmuwan jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mengungkapkan banyak contoh ketika beberapa penemuan melebihi masanya sendiri. Misalnya, sebagai contoh, kasus yang dialami oleh seorang ilmuan bernama Schwerter (1636) yang menyediakan data detail dari prinsip utama telegrafi dalam bukunya Kesenangan Matematis dan Teknis. Beliau menulis, “Hal seperti itu adalah metode yang memungkinkan untuk berkomunikasi dari dua tempat yang berjauhan dengan alat jarum magnetik.” Telegrap pertama baru diciptakan setelah 200 tahun kemudian”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak contoh pengetahuan menakjubkan dari ilmuwan jaman kuno di berbagai bidang yang terus membuat para peneliti modern terkesima. Salah satu teka-teki paling membingungkan yang dihadapi para ilmuan dewasa ini berhubungan dengan pembangunan piramida Mesir. Masing-masing balok dari piramida terkenal Mesir Heops berbobot 15-100 ton. Langit-langit tempat peristirahatan raja terbuat dari lapisan granit merah berbobot 70 ton. Masing-masing balok granit tersebut saling bersesuaian dengan keakuratan yang ekstrim. Tingkat ketelitian pengerjaan batu berbobot berat di Mesir saat itu melampaui pekerja konstruksi modern yang bekerja dengan balok 300 kali lebih ringan dikali 10 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarahwan Prancis menunjukan bahwa transportasi dalam proses pemindahan batu makam dari tempat suci di Luxor ke Paris berlangsung kurang lebih selama dua bulan. Transportasi tersebut dimulai pada tahun 1835. Banyak orang yang ikut ambil bagian pada proses tersebut dan kepala bagian teknik mempunyai banyak kesulitan dalam pengerjaanya. Batu ini jauh lebih ringan daripada balok yang digunakan untuk membangun piramida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu makam ini kelihatan sangat kecil dibandingkan dengan batu-batu monolit penyusun piramida, begitu juga batu monolit ini kelihatan kecil ketika dibandingkan dengan gumpalan batu di Machu Picchu dan Sakahu- Amane di Peru. Setiap batu dari batu-batu raksasa itu mempunyai panjang enam meter dan lebar tiga meter. Masing-masing batu ditempatkan berjejer antara satu dengan yang lainnya. Tingkat ketelitiannya sangat mengagumkan, menurut ilmuwan Amerika Siegfried Hunter, adalah sesuatu yang sulit dipercaya bila itu diciptakan oleh manusia 500 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balok batu Peru tidak terlihat sangat besar jika dibandingkan dengan pelat lantai raksasa yang digunakan pada pembangunan candi di Baalbek, di wilayah Libanon modern. Beberapa batu monolit pada pondasinya berbobot hingga 750 ton. Berdasarkan catatan sejarah dan arkeologi, orang yang mendirikan bangunan itu sepenuhnya tidak mengetahui tentang beton dan gerobak roda satu. Oleh karena itu, meninggalkan sebuah misteri bagaimana orang-orang itu berhasil mengangkut balok batu berat tersebut dari tambang dan dengan rapi menempatkannya di samping yang lainnya. Tidak seorang pun bisa memberikan penjelasan logis terhadap fenomena seperti itu.&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, ilmuwan Soviet M.M. Agrest PhD., membuat sebuah asumsi di halaman surat kabar Literary mengenai proses pembangunan candi terkenal Baalbek. Dia menegaskan bahwa tempat suci tersebut telah dibangun oleh makhluk luar angkasa (aliens). Bagian dalam candi yang luas pada gilirannya digunakan sebagai tempat pendaratan. Menurut ilmuwan, baris kutipan dari Alkitab serta kutipan dari manuskrip yang ditemukan pada tahun 1947 pada bagian barat Laut Merah membuktikan hipotesisnya. Sebagai tambahan, teori Agrest dihubungkan dengan penemuan revolusioner lain yang dibuat ilmuwan Rusia A. P. Kazantsev di Peru. Yang terakhir penemuan lukisan gua secara jelas melukiskan mesin misterius atau kapal ruang angkasa. Terdapat juga kemungkinan bahwa konstruksi mahabesar di Mesir dan Libanon serta tempat lain di seluruh dunia bagaimanapun saling berhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga terdapat konstruksi mahabesar lain di berbagai belahan dunia. Yang pertama, Stonehenge di Inggris. Bangunan ini hampir berusia 4000 tahun. Menurut analisis terkini, monumen magalitik ini, terdiri dari beberapa ratusan balok batu berbagai ukuran menggambarkan sebuah observatorium astrologi yang unik. Balok batu hampir berbobot 30 ton. Beberapa diantaranya diangkut dari jarak 400 kilometer. Kemudian masing-masing balok disusun teratur dan tegak pada tempat yang tepat. Para ilmuwan mengetahui dengan sempurna orang-orang yang biasanya mendiami areal tersebut pada masa lalu. Mereka juga mengetahui fakta tak satu pun dari individu itu yang cukup mampu untuk membangun sesuatu yang serumit ini. Selain tingkat perkembangan mereka secara keseluruhan belum maju. Orang-orang tidak memerlukan sebuah observatorium. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi siapakah yang membangunnya? Untuk apa? Teknologi macam apakah yang digunakannya? Ini adalah misteri lain yang terus membingungkan orang-orang. Pada tahun 1772 pelaut Belanda Jacob Roggwen menemukan sebuah pulau kecil di bagian barat Samudra Pasifik, yang kemudian ia namakan dengan Pulau Paskah. Pada masa lalu, populasi keseluruhan pulau tersebut tidak bisa melampaui 2.000 - 3.000 orang. Pulau Paskah sebagian besar terdiri atas tanah tandus dan berdasarkan pada beberapa pengujian, kelihatannya tak ada satu pohon pernah tumbuh pada daerah itu. Oleh karena itu, meninggalkan ketidakjelasan bagaimana bisa penduduk mengangkut balok batu berat untuk monumen terkenal mereka yang dikenal sebagai “moai”. Mereka pasti tidak bisa memakai roda rol kayu manapun untuk transportasi “moai”. Jadi bagaimana mereka mengangkutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kedatangan pertama misioner ke pulau itu, mereka menemukan banyak tanda dengan hieroglip berada disamping beberapa patung. Yang mengatakan, bahwa beberapa tanda telah dihancurkan, sementara beberapa lainnya telah dikirim ke Vatikan, dimana mereka masih bisa ditemukan hari ini. Ilmuwan dari seluruh bangsa hanya bisa memecahkan beberapa tanda. Legenda mengatakan sejenis manusia putih yang turun dari langit. Tetapi, hal ini masih tidak jelas apakah legenda ini mempunyai suatu hubungan dengan patung tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga terdapat sejumlah besar penemuan yang menyamai lukisan Nasca yang ditempatkan di bagian barat laut Peru dan hanya terlihat dari atas. Ilmuwan terkenal Masson sangat yakin bahwa ada sesuatu dari atas yang memberikan bimbingan dalam pengerjaan lukisan besar itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku India kuno yang sakral Ramayana dan Mahabarata, sebagai contoh, berbicara tentang makhluk luar angkasa “anak-anak dari bulan dan matahari” mendarat di bumi. Buku-buku ini juga menyebutkan pertempuran yang mana mirip dengan perang nuklir. Kedua buku ini telah berumur lebih dari 2000 tahun. Namun, masing-masing buku ini menyebutkan peristiwa yang telah terjadi 20-30 tahun yang lalu. Ramayana dan Mahabarata melukiskan benda terbang berbentuk bulat yang bahan bakarnya berupa air raksa. Sangat menarik, ide mesin terbang berbahan bakar air raksa pernah didiskusikan pada kongres internasional di Paris tahun 1959. Buku-buku tersebut juga memberikan keterangan rinci tentang peledakan bom yang dapat “menghancurkan seluruh kota dan menciptakan kilatan cahaya yang sama dengan 100.000 matahari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah teka-teki lain. Pada 50 tahun dari abad lalu, ilmuwan Soviet, India, dan Amerika sampai pada kesimpulan bahwa 10.000 tahun yang lalu nenek moyang orang Eskimo sekarang telah menghuni wilayah modern Asia tengah, Mongolia dan Ceylon, mereka tidak bermigrasi ke Greenland beberapa tahun kemudian. Juga tampak bahwa migrasi mereka agak mendadak. Kenapa? Apa yang menyebabkan orang-orang itu meninggalkan koloni mereka dan mengejar “akhir dunia”, sejauh ini tak seorang ilmuwan pun mampu memberikan penjelasan logis terhadap misteri itu. Dongeng-dongeng Eskimo sangat kaya legenda. Beberapa legenda itu membahas tentang burung yang terbuat dari besi yang mengangkut nenek moyang mereka ke utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teka-teki ini melambangkan sebagian kecil dari misteri peradaban prasejarah yang ada. Para ilmuwan terus membuka tabir misteri yang paling luar biasa.(&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;erabaru.or.id)*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Vadim Ilyin, Source: UFO #42, 2002)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-3563594724983117357?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/3563594724983117357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=3563594724983117357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/3563594724983117357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/3563594724983117357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2009/10/misteri-hilangnya-peradaban.html' title='Misteri Hilangnya Peradaban'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-4019381192764695237</id><published>2009-10-18T22:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T00:08:36.864-07:00</updated><title type='text'>Batu Purbakala Ica</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Stv054oaLgI/AAAAAAAAAHk/xZXjh6wJ0P4/s1600-h/IcaPeruBurialStones3.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 316px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394174253997895170" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Stv054oaLgI/AAAAAAAAAHk/xZXjh6wJ0P4/s400/IcaPeruBurialStones3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt; TOP-RIGHT IS BURIAL STONE WITH THE EXACT SAME IMAGES THAT ARE FOUND ON THE NAZCA PLAINS OF PERU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StwMGVo1O6I/AAAAAAAAAHs/nYEgMlc8he0/s1600-h/nazca_23.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StwMGVo1O6I/AAAAAAAAAHs/nYEgMlc8he0/s1600-h/nazca_23.gif"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 396px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394199756710165410" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StwMGVo1O6I/AAAAAAAAAHs/nYEgMlc8he0/s400/nazca_23.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StvzSpirsUI/AAAAAAAAAHU/0_n93j7mRf4/s1600-h/03Ica_stones-wall_of_animals.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 272px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394172480420819266" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StvzSpirsUI/AAAAAAAAAHU/0_n93j7mRf4/s400/03Ica_stones-wall_of_animals.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baca Juga :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://erabaru.net/sejarah/56-sejarah/3813-misteri-batu-purbakala-ica"&gt;Misteri Batu Purbakala Ica&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://erabaru.net/sejarah/56-sejarah/1244-batu-kuno-di-peru-manusia-pernah-hidup-bersama-dinosaurus"&gt;Batu Kuno di Peru :...&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://erabaru.net/iptek/83-teka-teki/1054-manusia-raksasa-bukan-sekedar-legenda"&gt;Manusia Raksasa Bukan Sekedar Legenda&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-4019381192764695237?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/4019381192764695237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=4019381192764695237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/4019381192764695237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/4019381192764695237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2009/10/batu-purbakala-ica.html' title='Batu Purbakala Ica'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Stv054oaLgI/AAAAAAAAAHk/xZXjh6wJ0P4/s72-c/IcaPeruBurialStones3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-8345305690859015898</id><published>2009-10-18T07:35:00.001-07:00</published><updated>2011-09-15T18:23:26.279-07:00</updated><title type='text'>Reaktor Nuklir Pra Sejarah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.epochtimes.co.id/fotoiptek/Gabon-big(27Ags09).jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 360px; DISPLAY: block; HEIGHT: 198px; CURSOR: hand" border="0" alt="" src="http://www.epochtimes.co.id/fotoiptek/Gabon-big(27Ags09).jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Telah ditemukan reaktor nuklir tertua yang pernah dibuat di dunia, yang telah ada sejak 2.000.000.000 tahun yang lalu (jauh sebelum era jurassic)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.gamexeon.com/forum/imagehosting/797649b109f148aa7.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 308px; DISPLAY: block; HEIGHT: 191px; CURSOR: hand" border="0" alt="" src="http://www.gamexeon.com/forum/imagehosting/797649b109f148aa7.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Reaktor Nuklir Pra Sejarah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pada tahun 1972, seorang ahli fisika Perancis, Francis Perrin menyatakan sebuah laporan yang mengejutkan, bahwa telah ditemukan reaktor nuklir tertua yang pernah dibuat di dunia, yang telah ada sejak 2.000.000.000 tahun yang lalu (jauh sebelum era jurassic) dan mampu dioperasionalkan selama beberapa ratus ribu tahun kemudian, dengan penggunaan daya rendah. Keseluruhan yang ditemukan ada 15 reaktor pada 3 deposit Uranium di area pertambangan Oklo, Republik Gabon. dan lalu dikenal sebagai fosil Reaktor-reaktor Oklo.&lt;br /&gt;Tanggal 2 Juni 1972, petugas analisis di Pierrelatte - Nuclear Fuel Processing Plant, Perancis (yang mengimpor kebutuhan Uraniumnya dari Gabon) pada mulanya hanya melakukan pekerjaan rutinnya untuk memeriksa massa beberapa contoh Uranium yang akan digunakan tersebut dengan Spektrometer. Uranium yang akan diproses, seperti biasa adalah bermassa 235U dengan nilai rasionya selalu adalah 0,00720, namun pada contoh yang diperiksa ternyata mempunyai rasio 0,00717. Walaupun perbedaan yang ditemukan itu relatif kecil namun membuat para ahli dari Perancis lalu berdatangan langsung ke pertambangan Oklo dan di sana justru menemukan Uranium dengan rasio yang jauh lebih rendah lagi, mencapai 0,00440. Perbedaan rasio yang lebih rendah ini hanya akan terjadi jika 235U sebagai bahan bakar telah pernah digunakan untuk proses reaksi nuklir. Bahkan di lokasi yang sama juga ditemukan produk keluaran proses reaksi nuklir, yaitu Neodymium, sama dengan yang dihasilkan oleh reaktor nuklir masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Cowan, George A. (A Natural Fission Reactor). Scientific American Vol 235. July, 1976. p 36.&lt;br /&gt;2. Loss, Robert, Dr. (Natural Fossil Fission Reactors). Curtin University. Perth, Australia: 1996.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.gamexeon.com/forum/imagehosting/797649b109f154b63.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 433px; DISPLAY: block; HEIGHT: 301px; CURSOR: hand" border="0" alt="" src="http://www.gamexeon.com/forum/imagehosting/797649b109f154b63.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;di Copy dari &lt;a href="http://www.batan.go.id/view_news.php?id_berita=231&amp;amp;db_tbl=Berita"&gt;sini &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-8345305690859015898?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/8345305690859015898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=8345305690859015898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/8345305690859015898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/8345305690859015898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2009/10/reaktor-nulir-pra-sejarah.html' title='Reaktor Nuklir Pra Sejarah'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-556059956946680009</id><published>2009-10-18T00:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T21:54:16.987-07:00</updated><title type='text'>Kalender Bangsa Maya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Stsh6zACGaI/AAAAAAAAAGk/kN0cUiyyHwQ/s1600-h/tok_mp1.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 307px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393942272712776098" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Stsh6zACGaI/AAAAAAAAAGk/kN0cUiyyHwQ/s400/tok_mp1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StshjC4v91I/AAAAAAAAAGc/mgcS13G9iDE/s1600-h/11_24_04_Mayan_378.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 378px; DISPLAY: block; HEIGHT: 284px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393941864660334418" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StshjC4v91I/AAAAAAAAAGc/mgcS13G9iDE/s400/11_24_04_Mayan_378.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Stvs_QGSk4I/AAAAAAAAAHE/GpgNPFxQPqM/s1600-h/uk2005cl3.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 292px; FLOAT: left; HEIGHT: 400px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394165550103565186" border="0" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Stvs_QGSk4I/AAAAAAAAAHE/GpgNPFxQPqM/s400/uk2005cl3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kalender suci&lt;/strong&gt; bangsa Maya atau Tzolkin adalah pintu memasuki pemikiran suatu peradaban sangat maju di dunia Barat sebelum kedatangan bangsa-bangsa Eropa. Para ahli meyakini, astronomi Maya Kuno adalah pencapaian intelektual yang menakjubkan, setara dengan geometri Mesir Kuno dan filosofi Yunani.&lt;br /&gt;Banyak orang percaya, kalender berusia 2.000 tahun itu lebih akurat dibandingkan kalender Gregorian yang digunakan sejak tahun 1582.&lt;br /&gt;Bangsa Maya Kuno hidup pada awal milenium pertama sesudah Masehi di wilayah Mesoamerika, yang membentang dari Meksiko Utara ke Honduras, di utara Semenanjung Yucatan. Penduduknya berjumlah 5 juta sampai 14 juta orang, bermukim di kota-kota yang kini dikenal sebagai Meksiko Selatan, Guatemala, dan Belize.&lt;br /&gt;Telah diakui bahwa apa yang disebut zaman “sebelum zaman kuno” berada diantara 1000-2000 tahun sebelum Masehi, akan tetapi dalam hal ini diakui oleh para sarjana, mereka sebenarnya tidak mengetahui apa-pun mengenai “zaman purbakala “ yang sebenarnya, yang mendahului “zaman sebelum zaman kuno”. Adalah sangat besar kemungkinannya, bahwa semua “kejadian nyata” dalam sejarah yang hingga kini belum dapat diketemukan, ada dalam buku buku yang telah dibakar oleh uskup Landa.&lt;br /&gt;Hanya ada tiga buku kuno tulisan tangan dari bangsa Maya yang tidak ikut terbakar; lembarannya dibuat dari kulit pohon dan dilipat-lipat seperti harmonica. Buku-buku itu disebut menurut nama tempat, di mana masing masing disimpan : Dresdensis Codex (Codex = buku kuno dalam tulisan tangan ), Paris Codex dan Madrid Codex, yang juga dikenal sebagai Tro-Cortesianus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StvvFnS27AI/AAAAAAAAAHM/waJOtVSc4Cg/s1600-h/mayan-calendar_990x700.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; DISPLAY: block; HEIGHT: 283px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394167858432764930" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StvvFnS27AI/AAAAAAAAAHM/waJOtVSc4Cg/s400/mayan-calendar_990x700.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; Tulisan-tulisannya yang sudah berwarna kuning karena tuanya, masih belum sungguh-sungguh dapat dimengerti. Yang telah dapatdipecahkan adalah “system menurut nomer” mereka yang sangat baik, akan tetapi sederhana. Mereka menghitung dengan goresan-goresan, yang diberi titik-titik di atasnya. Satu titik sama dengan 1, tiga titik dengan 3, dst nya. Angka 5 digambarkan dengan sebuah goresan, sehingga angka 7 menjadi sebuah goresan ditambah dua titik diatasnya. Bangsa Maya pun mengetahui nilai-nilai nisbi dan nol. Mereka menggunakan system “vigesima”, atas dasar 20. Kalau mereka ingin menulis bilangan 23 , maka mereka menaruh tiga titik di tempat “satuan” dan satu goresan di tempat “duapuluh”. Mudahlah untuk membedakan “goresan dua puluh” dari “goresan limaan”.&lt;br /&gt;Goresan dua puluhan diberi tempat jauh lebih tinggi dari pada tempat goresan limaan. Kalender bangsa Maya mempunyai kualitas yang amat tinggi . Tanggal permulaan urutan waktu mereka adalah suatu hari dalam tahun 3113 sebelum Masehi. Para ahli dari Amerika selatan menyatakan, bahwa tahun gaib 3113 sebelum Masehi itu tidak ada hitungannya dengan sejarah yang sebenarnya dari bangsa Maya, akan tetapi hanya mempunyai nilai asli “simbolis” seperti ucapan bangsa Yahudi “sejak diciptakannya dunia”.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StrHZo4Yh7I/AAAAAAAAAFs/H41IMVVP7jY/s1600-h/2012_end_of_world_mayan_calendar.jpg"&gt;&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 388px; DISPLAY: block; HEIGHT: 400px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393842747014154162" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StrHZo4Yh7I/AAAAAAAAAFs/H41IMVVP7jY/s400/2012_end_of_world_mayan_calendar.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div align="justify"&gt;Bagaimanakah mereka dapat mengatakan itu secara demikian pasti, kalau kita tidak mengetahui dari mana asal datangnya orang Maya itu dan kemana mereka lenyap pergi. Sangat banyaklah sudah tulisan tulisan mengenai kalender bangsa Maya itu. Suatu kenyataan adalah, bahwa kalender itu menggunakan system putaran-putaran tahun yang setiap putarannya berjangka waktu 374,000 tahun. Bangunan-bangunan didirikan menurut kalendernya : Untuk tiap hari selama sebulan sebuah anak tangga, untuk tiap bulannya sebuah “mimbar dan akhirnya, pada hari yang ke 365, berdirilah sudah tempat berhala itu. Kelihatannya seakan-akan orang -orang bangsa Maya dari kerajaan kuno itu membuat bangunan-bangunan keagamaan mereka bukannya karena terdorong oleh kebutuhan kepercayaan, melainkan karena kalender memaksakan mereka suatu kewajiban yang harus mereka penuhi. Observatorium para ahli perbintangan mereka, sebuah bangunan bundar di atas dua teras raksasa yang menjulang tinggi di atas hutan belukar, terletak di Chichen Itza. Para ahli perbintangan bangsa Maya mengetahui orbit bulan sampai pada empat desimal dan mereka juga dapat menghitung tahun planet Venus sampai pada sampai pada tiga desimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sumber : di googling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;lihat juga :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://erabaru.net/iptek/55-iptek/854-rahasia-kebudayaan-maya-"&gt;Rahasia Kebudayaan Maya&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://erabaru.net/iptek/55-iptek/854-rahasia-kebudayaan-maya-"&gt;Bangsa Maya Menyingkap Peristiwa Besar&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://erabaru.net/iptek/55-iptek/854-rahasia-kebudayaan-maya-"&gt;"The End of The World"&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-556059956946680009?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/556059956946680009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=556059956946680009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/556059956946680009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/556059956946680009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2009/10/kalender-bangsa-maya.html' title='Kalender Bangsa Maya'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Stsh6zACGaI/AAAAAAAAAGk/kN0cUiyyHwQ/s72-c/tok_mp1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-663481931911732339</id><published>2009-10-17T14:02:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T14:36:50.386-07:00</updated><title type='text'>Peta Kuno Luar Angkasa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StoyySFZHoI/AAAAAAAAAE0/QDabhmJx7xY/s1600-h/Piri_reis_carte.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393679343158894210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 290px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StoyySFZHoI/AAAAAAAAAE0/QDabhmJx7xY/s400/Piri_reis_carte.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Istana Taifurkhafi di Istanbul,Turki, tersimpan selembar peta kuno yang unik. Peta kuno ini ditemukan pada awal abad ke-18, sepertinya hanyalah selembar replika. Dalam peta tersebut, hanya kawasan Laut Tengah yang tergambar secara persis, sedangkan kawasan lainnya, seperti benua Amerika dan benua Afrika tergambar sangat berbeda. Kemudian, di saat para ilmuwan menelitinya dengan lebih lanjut, hasilnya sangat mengejutkan, karena ternyata peta kuno ini sebenarnya adalah gambar pandangan udara dari atas angkasa.Jika disandingkan dengan gambar yang diambil dari pesawat Apollo 8, maka peta kuno Turki ini bagaikan fotokopinya. Gambar perubahan garis besar pada benua Amerika dan Afrika di peta kuno tersebut, sesuai dengan gambar yang diambil melalui pesawat Apollo 8. Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah, bahwa peta kuno itu melukiskan bentuk rumit permukaan bumi kutub selatan yang tertutup lapisan es tebal, tidak ada perbedaan sedikit pun dengan hasil gambar pemetaan menggunakan fatometer yang dilakukan oleh tim eksplorasi kutub selatan pada tahun 1952 yang mengadakan penyelidikan keadaan bumi di bawah lapisan es. Siapakah pada masa purbakala yang sudah menguasai teknologi tinggi pemotretan melalui angkasa luar?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Sto0Lip2riI/AAAAAAAAAE8/eGY9bh6KpN8/s1600-h/600px-Piri_Reis_map_interpretation.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393680876615151138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/Sto0Lip2riI/AAAAAAAAAE8/eGY9bh6KpN8/s400/600px-Piri_Reis_map_interpretation.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Ket : Teks di kutip dari Erabaru.net&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baca juga :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://erabaru.net/iptek/55-iptek/867-busi-mobil-dan-baterai-zaman-prasejarah-"&gt;Busi Mobil dan Baterai Zaman Prasejarah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://erabaru.net/sejarah/56-sejarah/866-aktivitas-penerbangan-a-angkasa-zaman-prasejarah-"&gt;Aktivitas Penerbangan &amp;amp; Angkasa Zaman Prasejarah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-663481931911732339?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/663481931911732339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=663481931911732339' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/663481931911732339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/663481931911732339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2009/10/peta-kuno-luar-angkasa.html' title='Peta Kuno Luar Angkasa'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StoyySFZHoI/AAAAAAAAAE0/QDabhmJx7xY/s72-c/Piri_reis_carte.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-59797609863746762</id><published>2009-10-17T10:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T13:11:05.944-07:00</updated><title type='text'>Atlantis (bag. I)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StoGjfCKBSI/AAAAAAAAAEU/KtO1_EdwYNA/s1600-h/atlantiscity.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393630710425322786" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 192px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StoGjfCKBSI/AAAAAAAAAEU/KtO1_EdwYNA/s320/atlantiscity.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Atlantis, Atalantis,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-britannica-0"&gt;[1]&lt;/a&gt; atau Atlantika&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-britannica-0"&gt;[1]&lt;/a&gt; (&lt;a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani"&gt;bahasa Yunani&lt;/a&gt;: Ἀτλαντὶς νῆσος, "pulau &lt;a title="Atlas (mitologi)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlas_(mitologi)"&gt;Atlas&lt;/a&gt;") adalah &lt;a title="Pulau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau"&gt;pulau&lt;/a&gt; legendaris yang pertama kali disebut oleh &lt;a title="Plato" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plato"&gt;Plato&lt;/a&gt; dalam buku &lt;a title="Timaeus (dialog)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timaeus_(dialog)"&gt;Timaeus&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Critias (dialog)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Critias_(dialog)"&gt;Critias&lt;/a&gt;.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-1"&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatannya, Plato menulis bahwa Atlantis terhampar "di seberang &lt;a title="Pilar-pilar Herkules" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pilar-pilar_Herkules"&gt;pilar-pilar Herkules&lt;/a&gt;", dan memiliki &lt;a title="Angkatan laut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angkatan_laut"&gt;angkatan laut&lt;/a&gt; yang menaklukan &lt;a title="Eropa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa_Barat"&gt;Eropa Barat&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika"&gt;Afrika&lt;/a&gt; 9.000 tahun sebelum waktu &lt;a title="Solon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solon"&gt;Solon&lt;/a&gt;, atau sekitar tahun 9500 SM. Setelah gagal menyerang &lt;a title="Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani"&gt;Yunani&lt;/a&gt;, Atlantis tenggelam ke dalam samudra "hanya dalam waktu satu hari satu malam".&lt;br /&gt;Atlantis umumnya dianggap sebagai mitos yang dibuat oleh Plato untuk mengilustrasikan teori politik. Meskipun fungsi cerita Atlantis terlihat jelas oleh kebanyakan ahli, mereka memperdebatkan apakah dan seberapa banyak catatan Plato diilhami oleh tradisi yang lebih tua. Beberapa ahli mengatakan bahwa Plato menggambarkan kejadian yang telah berlalu, seperti &lt;a class="mw-redirect" title="Letusan Thera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Letusan_Thera"&gt;letusan Thera&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Perang Troya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Troya"&gt;perang Troya&lt;/a&gt;, sementara lainnya menyatakan bahwa ia terinspirasi dari peristiwa kontemporer seperti hancurnya &lt;a title="Helike" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Helike"&gt;Helike&lt;/a&gt; tahun 373 SM atau gagalnya &lt;a title="Ekspedisi Sisilia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspedisi_Sisilia"&gt;invasi Athena ke Sisilia&lt;/a&gt; tahun 415-413 SM.&lt;br /&gt;Masyarakat sering membicarakan keberadaan Atlantis selama &lt;a title="Era Klasik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Era_Klasik"&gt;Era Klasik&lt;/a&gt;, namun umumnya tidak mempercayainya dan terkadang menjadikannya bahan lelucon. Kisah Atlantis kurang diketahui pada &lt;a title="Abad Pertengahan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Pertengahan"&gt;Abad Pertengahan&lt;/a&gt;, namun, pada era modern, cerita mengenai Atlantis ditemukan kembali. Deskripsi Plato menginspirasikan karya-karya penulis zaman &lt;a class="mw-redirect" title="Renaissance" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Renaissance"&gt;Renaissance&lt;/a&gt;, seperti "&lt;a class="mw-redirect" title="New Atlantis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_Atlantis"&gt;New Atlantis&lt;/a&gt;" karya &lt;a title="Francis Bacon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Francis_Bacon"&gt;Francis Bacon&lt;/a&gt;. Atlantis juga mempengaruhi literatur modern, dari &lt;a title="Fiksi ilmiah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fiksi_ilmiah"&gt;fiksi ilmiah&lt;/a&gt; hingga &lt;a title="Komik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komik"&gt;buku komik&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Film" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Film"&gt;film&lt;/a&gt;. Namanya telah menjadi pameo untuk semua peradaban prasejarah yang maju (dan hilang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan Plato&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dua dialog Plato, Timaeus dan Critias, yang ditulis pada tahun 360 SM, berisi referensi pertama Atlantis. Plato tidak pernah menyelesaikan Critias karena alasan yang tidak diketahui; namun, ahli yang bernama &lt;a title="Benjamin Jowett" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benjamin_Jowett"&gt;Benjamin Jowett&lt;/a&gt;, dan beberapa ahli lain, berpendapat bahwa Plato awalnya merencanakan untuk membuat catatan ketiga yang berjudul &lt;a title="Hermocrates (dialog)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hermocrates_(dialog)"&gt;Hermocrates&lt;/a&gt;. &lt;a title="John V. Luce" href="http://id.wikipedia.org/wiki/John_V._Luce"&gt;John V. Luce&lt;/a&gt; mengasumsikan bahwa Plato — setelah mendeskripsikan asal usul dunia dan manusia dalam Timaeus, dan juga komunitas sempurna &lt;a title="Athena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Athena"&gt;Athena&lt;/a&gt; kuno dan keberhasilannya dalam mempertahankan diri dari serangan Atlantis dalam Critias — akan membahas strategi &lt;a title="Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yunani"&gt;peradaban Helenik&lt;/a&gt; selama konflik mereka dengan bangsa barbar sebagai subyek diskusi dalam Hermocrates.&lt;br /&gt;Empat tokoh yang muncul dalam kedua catatan tersebut adalah politikus &lt;a title="Critias" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Critias"&gt;Critias&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Hermocrates" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hermocrates"&gt;Hermocrates&lt;/a&gt; dan juga filsuf &lt;a title="Socrates" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Socrates"&gt;Socrates&lt;/a&gt; dan &lt;a class="mw-redirect" title="Timaeus dari Locri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timaeus_dari_Locri"&gt;Timaeus&lt;/a&gt;, meskipun hanya Critias yang berbicara mengenai Atlantis. Walaupun semua tokoh tersebut merupakan tokoh bersejarah (hanya tiga tokoh pertama yang dibawa),&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-MOR-2"&gt;[3]&lt;/a&gt; catatan tersebut mungkin merupakan karya fiksi Plato. Dalam karya tertulisnya, Plato menggunakan &lt;a class="mw-redirect" title="Dialog Socrates" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dialog_Socrates"&gt;dialog Socrates&lt;/a&gt; untuk mendiskusikan posisi yang saling berlawanan dalam hubungan prakiraan.&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393639497881532130" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 218px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StoOi-2-tuI/AAAAAAAAAEk/BYktSWFJNQg/s320/800px-Timaeus_trans_calcidius_med_manuscript.jpg" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;Timaeus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Timaeus dimulai dengan pembukaan, diikuti dengan catatan pembuatan dan struktur alam semesta dan peradaban kuno. Dalam bagian pembukaan, Socrates merenungkan mengenai komunitas yang sempurna, yang dideskripsikan dalam &lt;a class="mw-redirect" title="Republic (Plato)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republic_(Plato)"&gt;Republic&lt;/a&gt; karya Plato, dan berpikir apakah ia dan tamunya dapat mengingat sebuah cerita yang mencontohkan peradaban seperti itu.&lt;br /&gt;Pada buku Timaeus, Plato berkisah:&lt;br /&gt;“&lt;br /&gt;Di hadapan Selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan, Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-3"&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Critias&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Critias menyebut kisah yang diduga sejarah yang akan memberikan contoh sempurna, dan diikuti dengan deskripsi Atlantis. Dalam catatannya, Athena kuno mewakili "komunitas sempurna" dan Atlantis adalah musuhnya, mewakili ciri sempurna sangat antitesis yang dideskripsikan dalam Republic. Critias mengklaim bahwa catatannya mengenai Athena kuno dan Atlantis berhaluan dari kunjungan ke &lt;a title="Mesir Kuno" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir_Kuno"&gt;Mesir&lt;/a&gt; oleh penyair Athena, &lt;a title="Solon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Solon"&gt;Solon&lt;/a&gt; pada abad ke-6 SM. Di Mesir, Solon bertemu pendeta dari &lt;a class="mw-redirect" title="Sais, Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sais,_Mesir"&gt;Sais&lt;/a&gt;, yang menerjemahkan sejarah Athena kuno dan Atlantis, dicatat pada papiri di heroglif Mesir, menjadi &lt;a title="Bahasa Yunani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani"&gt;bahasa Yunani&lt;/a&gt;. Menurut &lt;a title="Plutarch" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plutarch"&gt;Plutarch&lt;/a&gt;, Solon bertemu dengan "Psenophis Heliopolis, dan Sonchis Saite, yang paling dipelajari dari semua pendeta" (Kehidupan Solon). Karena jarak 500 tahun lebih antara Plutarch dan peristiwa yang bersifat sebagai alasan atau dalih, dan karena informasi ini tidak ada pada Timaeus dan Critias, identifikasi ini dipertanyakan.&lt;br /&gt;Menurut Critias, dewa Helenik membagi wilayah sehingga tiap dewa dapat memiliki; &lt;a title="Poseidon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Poseidon"&gt;Poseidon&lt;/a&gt; mewarisi wilayah pulau Atlantis. Pulau ini lebih besar daripada Libya kuno dan Asia Kecil yang disatukan,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-britannica-0"&gt;[1]&lt;/a&gt; tetapi akan tenggelam karena &lt;a title="Gempa bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi"&gt;gempa bumi&lt;/a&gt; dan menjadi sejumlah lumpur yang tak dapat dilewati, menghalangi perjalanan menyebrang samudra. Bangsa Mesir mendeskripsikan Atlantis sebagai pulau yang terletak kira-kira 700 kilometer, kebanyakan terdiri dari pegunungan di wilayah utara dan sepanjang pantai, dan melinkungi padang rumput berbentuk bujur di selatan "terbentang dalam satu arah tiga ribu stadia (sekitar 600 km), tetapi di tengah sekitar dua ribu stadia (400 km).&lt;br /&gt;Wanita asli Atlantis bernama Cleito (putri dari &lt;a title="Evenor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Evenor"&gt;Evenor&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Leucippe" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leucippe"&gt;Leucippe&lt;/a&gt;) tinggal disini. Poseidon jatuh cinta padanya, lalu memperistri gadis muda itu dan melahirkan lima pasang anak laki-laki kembar. Poseidon membagi pulau menjadi 10 wilayah yang masing-masing diserahkan pada 10 anak. Anak tertua, Atlas, menjadi raja atas pulau itu dan samudra disekitarnya (disebut &lt;a title="Samudra Atlantik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Atlantik"&gt;Samudra Atlantik&lt;/a&gt; untuk menghormati Atlas). Nama "Atlantis" juga berasal dari namanya, yang berari "Pulau Atlas".&lt;br /&gt;Poseidon mengukir gunung tempat kekasihnya tinggal menjadi istana dan menutupnya dengan tiga parit bundar yang lebarnya meningkat, bervariasi dari satu sampai tiga stadia dan terpisah oleh cincin tanah yang besarnya sebanding. Bangsa Atlantis lalu membangun jembatan ke arah utara dari pegunungan, membuat rute menuju sisa pulau. Mereka menggali kanal besar ke laut, dan di samping jembatan, dibuat gua menuju cincin batu sehingga kapal dapat lewat dan masuk ke kota di sekitar pegunungan; mereka membuat dermaga dari tembok batu parit. Setiap jalan masuk ke kota dijaga oleh gerbang dan menara, dan tembok mengelilingi setiap cincin kota. Tembok didirikan dari bebatuan merah, putih dan hitam yang berasal dari parit, dan dilapisi oleh &lt;a title="Kuningan (logam)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuningan_(logam)"&gt;kuningan&lt;/a&gt;, &lt;a title="Timah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timah"&gt;timah&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Orichalcum" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orichalcum"&gt;orichalcum&lt;/a&gt; (perunggu atau kuningan).&lt;br /&gt;Menurut Critias, 9.000 tahun sebelum kelahirannya, perang terjadi antara bangsa yang berada di luar Pilar-pilar Herkules (umumnya diduga &lt;a title="Selat Gibraltar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Gibraltar"&gt;Selat Gibraltar&lt;/a&gt;), dengan bangsa yang tinggal di dalam Pilar. Bangsa Atlantis menaklukan Libya sampai sejauh Mesir dan benua Eropa sampai sejauh &lt;a class="mw-redirect" title="Tirenia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tirenia"&gt;Tirenia&lt;/a&gt;, dan menjadikan penduduknya budak. Orang Athena memimpin aliansi melawan kekaisaran Atlantis, dan sewaktu aliansi dihancurkan, Athena melawan kekaisaran Atlantis sendiri, membebaskan wilayah yang diduduki. Namun, nantinya, muncul gempa bumi dan banjir besar di Atlantis, dan hanya dalam satu hari satu malam, pulau Atlantis tenggelam dan menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan kuno lainnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain Timaeus dan Critias, tidak terdapat catatan kuno mengenai Atlantis, yang berarti setiap catatan mengenai Atlantis lainnya berdasarkan dari catatan Plato.&lt;br /&gt;Banyak filsuf kuno menganggap Atlantis sebagai kisah fiksi, termasuk (menurut &lt;a title="Strabo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Strabo"&gt;Strabo&lt;/a&gt;) &lt;a title="Aristoteles" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles"&gt;Aristoteles&lt;/a&gt;. Namun, terdapat filsuf, ahli geografi dan sejarawan yang percaya akan keberadaan Atlantis.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-4"&gt;[5]&lt;/a&gt; Filsuf &lt;a title="Crantor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Crantor"&gt;Crantor&lt;/a&gt;, murid dari murid Plato, &lt;a title="Xenocrates" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Xenocrates"&gt;Xenocrates&lt;/a&gt;, mencoba menemukan bukti keberadaan Atlantis. Karyanya, komentar mengenai Timaeus, hilang, tetapi sejarawan kuno lainnya, &lt;a class="new" title="Proclus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proclus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Proclus&lt;/a&gt;, melaporkan bahwa Crantor berkelana ke Mesir dan menemukan kolom dengan sejarah Atlantis tertulis dalam huruf heroglif.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-5"&gt;[6]&lt;/a&gt; Plato tidak pernah menyebut kolom tersebut. Menurut filsuf Yunani, Solon melihat kisah Atlantis dalam sumber yang berbeda yang dapat "diambil untuk diberikan".&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-6"&gt;[7]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagian lain dari komentar abad ke-5 Proclus mengenai Timaeus memberi deskripsi geografi Atlantis. Menurut mereka, terdapat tujuh pulau di laut tersebut pada saat itu, suci untuk &lt;a title="Persephone" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persephone"&gt;Persephone&lt;/a&gt;, dan juga tiga lainnya dengan besar yang sangat besar, salah satunya suci untuk Pluto, lainnya untuk Ammon, dan terakhir di antaranya untuk Poseidon, dengan luas ribuan stadia. Penduduknya—mereka menambah—memelihara ingatan dari nenek moyang mereka mengenai pulau besar Atlantis yang pernah ada dan telah berkuasa terhadap semua pulau di laut Atlantik dan suci untuk Poseidon. Kini, hal tersebut telah ditulis Marcellus dalam Aethiopica".&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-7"&gt;[8]&lt;/a&gt; Marcellus masih belum diidentifikasi.&lt;br /&gt;Sejarawan dan filsuf kuno lainnya yang mempercayai keberadaan Atlantis adalah Strabo dan &lt;a class="new" title="Posidonius (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Posidonius&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Posidonius&lt;/a&gt;.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-8"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan Plato mengenai Atlantis juga telah menginspirasi beberapa imitasi parodik: hanya beberapa dekade setelah Timaeus dan Critias, sejarawan &lt;a class="new" title="Theopompus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Theopompus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Theopompus&lt;/a&gt; dari &lt;a class="mw-redirect" title="Chios" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chios"&gt;Chios&lt;/a&gt; menulis mengenai wilayah yang disebut &lt;a class="new" title="Meropis (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Meropis&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Meropis&lt;/a&gt;. Deskripsi wilayah ini ada pada Buku 8 Philippica, yang berisi dialog antara Raja &lt;a title="Midas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Midas"&gt;Midas&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" title="Silenus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Silenus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Silenus&lt;/a&gt;, teman dari &lt;a title="Dionysus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dionysus"&gt;Dionysus&lt;/a&gt;. Silenus mendeskripsikan Bangsa Meropid, ras manusia yang tumbuh dua kali dari ukuran tubuh biasa, dan menghuni dua kota di pulau Meropis (Cos?): Eusebes (Εὐσεβής, "kota Pious") dan Machimos (Μάχιμος, "kota-Pertempuran"). Ia juga melaporkan bahwa angkatan bersenjata sebanyak sepuluh juta tentara menyebrangi samudra untuk menaklukan &lt;a class="new" title="Hyperborea (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hyperborea&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Hyperborea&lt;/a&gt;, tetapi meninggalkan proposal ini ketika mereka menyadari bahwa bangsa Hyperborea adalah bangsa terberuntung di dunia. Heinz-Günther Nesselrath menyatakan bahwa cerita Silenus merupakan jiplakan dari kisah Atlantis, untuk alasan membongkar ide Plato untuk mengejek.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-9"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Zoticus, seorang filsuf &lt;a class="new" title="Neoplatonisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Neoplatonisme&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Neoplatonis&lt;/a&gt; pada abad ke-3, menulis puisi berdasarkan catatan Plato mengenai Atlantis.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-10"&gt;[11]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan abad ke-4, &lt;a class="new" title="Ammianus Marcellinus (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ammianus_Marcellinus&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Ammianus Marcellinus&lt;/a&gt;, berdasarkan karya Timagenes (sejarawan abad ke-1 SM) yang hilang, menulis bahwa &lt;a class="new" title="Druid (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Druid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Druid&lt;/a&gt; dari &lt;a title="Galia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Galia"&gt;Galia&lt;/a&gt; mengatakan bahwa sebagian penduduk Galia bermigrasi dari kepulauan yang jauh. Catatan Ammianus dianggap oleh sebagian orang sebagai klaim bahwa ketika Atlantis tenggelam, penduduknya mengungsi ke Eropa Barat; tetapi Ammianus mengatakan bahwa “Drasidae (Druid) menyebut kembali bahwa sebagian dari penduduk merupakan penduduk asli, tetapi lainnya juga bermigrasi dari kepulauan dan wilayah melewati &lt;a class="mw-redirect" title="Rhine" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rhine"&gt;Rhine&lt;/a&gt;" (Res Gestae 15.9), tanda bahwa imigran datang ke Galia dari utara dan timur, tidak dari Samudra Atlantik.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-11"&gt;[12]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Risalah &lt;a title="Bahasa Ibrani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Ibrani"&gt;Ibrani&lt;/a&gt; mengenai perhitungan &lt;a title="Astronomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Astronomi"&gt;astronomi&lt;/a&gt; pada tahun 1378/79, yang merupakan parafrase karya Islam awal yang tidak diketahui, menyinggung mitologi Atlantis dalam diskusi mengenai penentuan titik nol kalkulasi garis bujur.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-12"&gt;[13]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Catatan modern&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Novel &lt;a class="new" title="Francis Bacon (filsuf) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Francis_Bacon_(filsuf)&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Francis Bacon&lt;/a&gt; tahun 1627, &lt;a title="The New Atlantis" href="http://id.wikipedia.org/wiki/The_New_Atlantis"&gt;The New Atlantis&lt;/a&gt; (Atlantis Baru), mendeskripsikan komunitas utopia yang disebut Bensalem, terletak di pantai barat Amerika. Karakter dalam novel ini memberikan sejarah Atlantis yang mirip dengan catatan Plato. Tidak jelas apakah Bacon menyebut &lt;a title="Amerika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Utara"&gt;Amerika Utara&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Amerika Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan"&gt;Amerika Selatan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Novel &lt;a title="Isaac Newton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isaac_Newton"&gt;Isaac Newton&lt;/a&gt; tahun 1728, The Chronology of the Ancient Kingdoms Amended (Kronologi Kerajaan Kuno Berkembang), mempelajari berbagai hubungan mitologi dengan Atlantis. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-13"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan dan akhir abad ke-19, beberapa sarjana &lt;a title="Mesoamerika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesoamerika"&gt;Mesoamerika&lt;/a&gt;, dimulai dari &lt;a class="new" title="Charles Etienne Brasseur de Bourbourg (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Charles_Etienne_Brasseur_de_Bourbourg&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Charles Etienne Brasseur de Bourbourg&lt;/a&gt;, dan termasuk &lt;a class="new" title="Edward Herbert Thompson (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Edward_Herbert_Thompson&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Edward Herbert Thompson&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" title="Augustus Le Plongeon (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Augustus_Le_Plongeon&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Augustus Le Plongeon&lt;/a&gt;, menyatakan bahwa Atlantis berhubungan dengan &lt;a title="Peradaban Maya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Peradaban_Maya"&gt;peradaban Maya&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Aztek" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aztek"&gt;Aztek&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StoVdbgPWeI/AAAAAAAAAEs/_WCzlcHmHng/s1600-h/Atlantis_map_1882.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393647099072960994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 245px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StoVdbgPWeI/AAAAAAAAAEs/_WCzlcHmHng/s400/Atlantis_map_1882.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pada tahun 1882, &lt;a title="Ignatius L. Donnelly" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ignatius_L._Donnelly"&gt;Ignatius L. Donnelly&lt;/a&gt; mempublikasikan &lt;a class="new" title="Atlantis: the Antediluvian World (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atlantis:_the_Antediluvian_World&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Atlantis: the Antediluvian World&lt;/a&gt;. Karyanya menarik minat banyak orang terhadap Atlantis. Donnelly mengambil catatan Plato mengenai Atlantis dengan serius dan menyatakan bahwa semua &lt;a class="new" title="Peradaban kuno (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peradaban_kuno&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;peradaban kuno&lt;/a&gt; yang diketahui berasal dari kebudayaan &lt;a title="Neolitik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neolitik"&gt;Neolitik&lt;/a&gt; tingginya.&lt;br /&gt;Selama akhir abad ke-19, ide mengenai legenda Atlantis digabungkan dengan cerita-cerita "benua hilang" lainnya, seperti &lt;a class="new" title="Mu (benua) (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mu_(benua)&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Mu&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Lemuria (benua)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lemuria_(benua)"&gt;Lemuria&lt;/a&gt;. &lt;a class="new" title="Helena Petrovna Blavatsky (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Helena_Petrovna_Blavatsky&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Helena Blavatsky&lt;/a&gt;, "Nenek Pergerakan Era Baru", menulis dalam &lt;a class="new" title="The Secret Doctrine (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Secret_Doctrine&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;The Secret Doctrine&lt;/a&gt; (Doktrin Rahasia), bahwa bangsa Atlantis adalah pahlawan budaya (kontras pada Plato yang mendeskripsikan mereka sebagai masalah militer), dan "&lt;a class="new" title="Akar Ras (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Akar_Ras&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Akar Ras&lt;/a&gt;" ke-4, yang diteruskan oleh "&lt;a class="new" title="Ras Arya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ras_Arya&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Ras Arya&lt;/a&gt;". &lt;a class="new" title="Rudolf Steiner (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rudolf_Steiner&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Rudolf Steiner&lt;/a&gt; menulis evolusi budaya Mu atau Atlantis. &lt;a title="Edgar Cayce" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Edgar_Cayce"&gt;Edgar Cayce&lt;/a&gt;, pertama kali menyebut Atlantis tahun 1923,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-14"&gt;[15]&lt;/a&gt; dan nantinya menjelaskan bahwa lokasi Atlantis berada di &lt;a class="mw-redirect" title="Karibia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karibia"&gt;Karibia&lt;/a&gt;, dan menyatakan bahwa Atlantis adalah peradaban berevolusi tinggi kuno, kini telah tenggelam, yang memiliki kapal dan pesawat tempur menggunakan energi dalam bentuk kristal energi misterius. Ia juga memprediksi bahwa sebagian dari Atlantis akan naik ke permukaan tahun 1968 atau 1969. &lt;a title="Jalan Bimini" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Bimini"&gt;Jalan Bimini&lt;/a&gt;, yang ditemukan oleh Dr.J Manson Valentine, merupakan formasi batu tenggelam yang terlihat seperti jalan di sebelah utara &lt;a title="Bimini" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bimini"&gt;Kepulauan Bimini Utara&lt;/a&gt;. Jalan ini ditemukan pada tahun 1968 dan diklaim sebagai bukti peradaban yang hilang dan kini masih diteliti.&lt;br /&gt;Telah diklaim bahwa sebelum era &lt;a title="Eratosthenes" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eratosthenes"&gt;Eratosthenes&lt;/a&gt; tahun 250 SM, penulis Yunani menyatakan bahwa lokasi &lt;a title="Pilar-pilar Herkules" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pilar-pilar_Herkules"&gt;Pilar-pilar Herkules&lt;/a&gt; berada di &lt;a title="Selat Sisilia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Sisilia"&gt;Selat Sisilia&lt;/a&gt;, namun tidak terdapat bukti yang cukup untuk membuktikan hal tersebut. Menurut Herodotus (circa 430 SM), ekspedisi Finisi telah berlayar mengitari &lt;a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika"&gt;Afrika&lt;/a&gt; atas perintah &lt;a class="new" title="Necho II (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Necho_II&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;firaun Necho&lt;/a&gt;, berlayar ke selatan &lt;a title="Laut Merah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Merah"&gt;Laut Merah&lt;/a&gt; dan Samudera Hindia dan bagian utara di Atlantik, memasuki kembali &lt;a title="Laut Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Tengah"&gt;Laut Tengah&lt;/a&gt; melalui Pilar Hercules. Deskripsinya di Afrika barat laut menjelaskan bahwa ia melokasikan Pilar Hercules dengan tepat di tempat pilar Hercules berada saat ini. Kepercayaan bahwa pilar Hercules yang telah diletakan di Selat Sisilia menurut Eratosthenes, telah dikutip dalam beberapa teori Atlantis.[&lt;a title="Sunting bagian: Ide Nasionalis" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atlantis&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=6"&gt;sunting&lt;/a&gt;] Ide Nasionalis&lt;br /&gt;Konsep Atlantis menarik berhatian teoris &lt;a class="mw-redirect" title="Nazi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nazi"&gt;Nazi&lt;/a&gt;. Pada tahun 1938, &lt;a title="Heinrich Himmler" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Heinrich_Himmler"&gt;Heinrich Himmler&lt;/a&gt; mengorganisir pencarian di &lt;a title="Tibet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tibet"&gt;Tibet&lt;/a&gt; untuk menemukan sisa bangsa Atlantis putih. Menurut &lt;a class="new" title="Julius Evola (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Julius_Evola&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Julius Evola&lt;/a&gt; (&lt;a class="new" title="Revolt Against the Modern World (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Revolt_Against_the_Modern_World&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Revolt Against the Modern World&lt;/a&gt;, 1934), bangsa Atlantis adalah &lt;a class="new" title="Übermensch (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=%C3%9Cbermensch&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;manusia super&lt;/a&gt; (Übermensch) &lt;a class="new" title="Hyperborea (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hyperborea&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Hyperborea&lt;/a&gt;—Nordik yang berasal dari &lt;a title="Kutub Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kutub_Utara"&gt;Kutub Utara&lt;/a&gt; (lihat &lt;a class="new" title="Thule (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Thule&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Thule&lt;/a&gt;). &lt;a class="new" title="Alfred Rosenberg (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alfred_Rosenberg&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Alfred Rosenberg&lt;/a&gt; (&lt;a class="new" title="The Myth of the Twentieth Century (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Myth_of_the_Twentieth_Century&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;The Myth of the Twentieth Century&lt;/a&gt;, 1930) juga berbicara mengenai kepala ras "Nordik-Atlantis" atau "Arya-Nordik".&lt;br /&gt;[&lt;a title="Sunting bagian: Hipotesa terkini" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atlantis&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=7"&gt;sunting&lt;/a&gt;] Hipotesa terkini&lt;br /&gt;Dengan teori &lt;a class="new" title="Teori continental drift (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teori_continental_drift&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;continental drift&lt;/a&gt; secara luas diterima selama tahun 1960-an, kebanyakan teori "Benua Hilang" Atlantis mulai menyusut popularitasnya. Beberapa teoris terkini mengusulkan bahwa elemen cerita Plato berasal dari mitologi awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hipotesa lokasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejak Donnelly, terdapat lusinan - bahkan ratusan - usulan lokasi Atlantis. Beberapa hipotesis merupakan hipotesis arkeologi atau ilmiah, sementara lainnya berdasarkan fisika atau lainnya. Banyak tempat usulan yang memiliki kemiripan karakteristik dengan kisah Atlantis (air, bencana besar, periode waktu yang relevan), tetapi tidak ada yang berhasil dibuktikan sebagai kisah sejarah Atlantis yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;Kebanyakan lokasi yang diusulkan berada atau di sekitar Laut Tengah. Pulau seperti &lt;a title="Sardinia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sardinia"&gt;Sardinia&lt;/a&gt;, &lt;a title="Kreta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kreta"&gt;Kreta&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Santorini" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santorini"&gt;Santorini&lt;/a&gt;, &lt;a title="Sisilia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sisilia"&gt;Sisilia&lt;/a&gt;, &lt;a title="Siprus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siprus"&gt;Siprus&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Malta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malta"&gt;Malta&lt;/a&gt;; kota seperti &lt;a title="Troya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Troya"&gt;Troya&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" title="Tartessos (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tartessos&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Tartessos&lt;/a&gt;, dan Tantalus (di provinsi &lt;a class="new" title="Manisa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manisa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Manisa&lt;/a&gt;), &lt;a title="Turki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Turki"&gt;Turki&lt;/a&gt;; dan &lt;a title="Israel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Israel"&gt;Israel&lt;/a&gt;-&lt;a title="Semenanjung Sinai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Sinai"&gt;Sinai&lt;/a&gt; atau &lt;a class="new" title="Kanaan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kanaan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Kanaan&lt;/a&gt;. &lt;a class="mw-redirect" title="Letusan Thera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Letusan_Thera"&gt;Letusan Thera&lt;/a&gt; besar pada abad ke-17 atau ke-16 SM menyebabkan &lt;a title="Tsunami" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami"&gt;tsunami&lt;/a&gt; besar yang diduga para ahli menghancurkan &lt;a class="new" title="Peradaban Minoa (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Peradaban_Minoa&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;peradaban Minoa&lt;/a&gt; di sekitar pulau Kreta yang semakin meningkatkan kepercayaan bahwa bencana ini mungkin merupakan bencana yang menghancurkan Atlantis.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-15"&gt;[16]&lt;/a&gt; Terdapat wilayah di &lt;a title="Laut Hitam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Hitam"&gt;Laut Hitam&lt;/a&gt; yang diusulkan sebagai lokasi Atlantis: &lt;a class="mw-redirect" title="Bosporus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bosporus"&gt;Bosporus&lt;/a&gt; dan &lt;a class="new" title="Ancomah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ancomah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Ancomah&lt;/a&gt; (tempat legendaris di dekat &lt;a title="Trabzon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Trabzon"&gt;Trabzon&lt;/a&gt;). Sekitar &lt;a title="Laut Azov" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Azov"&gt;Laut Azov&lt;/a&gt; diusulkan sebagai lokasi lainnya tahun 2003.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-16"&gt;[17]&lt;/a&gt; A. G. Galanopoulos menyatakan bahwa skala waktu telah berubah akibat kesalahan penerjemahan, kemungkinan kesalahan penerjemahan bahasa Mesir ke Yunani; kesalahan yang sama akan mengurangi besar Kerajaan Atlantis Plato menjadi sebesar pulau Kreta, yang meninggalkan kota dengan ukuran kawah Thera. 900 tahun sebelum Solon merupakan abad ke-15 SM.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-17"&gt;[18]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hipotesis menyatakan Atlantis berada pada pulau yang telah tenggelam di &lt;a title="Eropa Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa_Utara"&gt;Eropa Utara&lt;/a&gt;, termasuk &lt;a title="Swedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Swedia"&gt;Swedia&lt;/a&gt; (oleh &lt;a class="new" title="Olof Rudbeck (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Olof_Rudbeck&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Olof Rudbeck&lt;/a&gt; di &lt;a class="new" title="Atland (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atland&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Atland&lt;/a&gt;, 1672–1702), atau di &lt;a title="Laut Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Utara"&gt;Laut Utara&lt;/a&gt;. Beberapa telah mengusulkan &lt;a title="Al-Andalus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Andalus"&gt;Al-Andalus&lt;/a&gt; atau &lt;a title="Irlandia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irlandia"&gt;Irlandia&lt;/a&gt; sebagai lokasi.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-18"&gt;[19]&lt;/a&gt; &lt;a title="Kepulauan Canary" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Canary"&gt;Kepulauan Canary&lt;/a&gt; juga dinyatakan sebagai lokasi yang mungkin, sebelah barat &lt;a title="Selat Gibraltar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selat_Gibraltar"&gt;selat Gibraltar&lt;/a&gt; tetapi dekat dengan Laut Tengah. Berbagai kepulauan di Atlantik juga dinyatakan sebagai lokasi yang mungkin, terutama &lt;a class="mw-redirect" title="Kepulauan Azores" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Azores"&gt;Kepulauan Azores&lt;/a&gt;. Pulau &lt;a class="new" title="Spartel (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spartel&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Spartel&lt;/a&gt; yang telah tenggelam di selat Gibraltar juga telah diusulkan.&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-19"&gt;[20]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Antarktika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antarktika"&gt;Antarktika&lt;/a&gt;, &lt;a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, dibawah &lt;a title="Segitiga Bermuda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Segitiga_Bermuda"&gt;Segitiga Bermuda&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis#cite_note-20"&gt;[21]&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Laut Karibia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut_Karibia"&gt;Laut Karibia&lt;/a&gt; telah diusulkan sebagai lokasi Atlantis. Wilayah di &lt;a title="Samudra Pasifik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Pasifik"&gt;Samudra Pasifik&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Samudra Hindia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samudra_Hindia"&gt;Hindia&lt;/a&gt; juga telah diusulkan, termasuk &lt;a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, &lt;a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt; atau keduanya (&lt;a class="new" title="Sundaland (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sundaland&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Sundaland&lt;/a&gt;), dan kisah benua "&lt;a title="Kumari Kandam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kumari_Kandam"&gt;Kumari Kandam&lt;/a&gt;" yang hilang di &lt;a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India"&gt;India&lt;/a&gt; telah menarik pararel terhadap Atlantis. Begitu pula dengan monumen &lt;a class="new" title="Yonaguni (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Yonaguni&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Yonaguni&lt;/a&gt; di &lt;a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang"&gt;Jepang&lt;/a&gt;. Bahkan &lt;a title="Kuba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuba"&gt;Kuba&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Bahama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahama"&gt;Bahama&lt;/a&gt; juga telah diusulkan. Menurut &lt;a title="Ignatius L. Donnelly" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ignatius_L._Donnelly"&gt;Ignatius L. Donnelly&lt;/a&gt; dalam bukunya, &lt;a class="new" title="Atlantis: The Antediluvian World (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Atlantis:_The_Antediluvian_World&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Atlantis: The Antediluvian World&lt;/a&gt;, terdapat hubungan antara Atlantis dan &lt;a class="mw-redirect" title="Aztlan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aztlan"&gt;Aztlan&lt;/a&gt; (tempat tinggal nenek moyang suku Aztek). Ia mengklaim bahwa suku Aztek menunjuk ke timur Karibia sebagai bekas lokasi Aztlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlantis"&gt;id.wikipedia.org &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;lihat juga :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/1863-kenangan-atas-atlantis-yang-menyenangkan-"&gt;Kenangan Atlantis (Erabaru.net)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=t7JXkE1pNgY"&gt;[Video] Atlantis -What really happen...&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-59797609863746762?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/59797609863746762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=59797609863746762' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/59797609863746762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/59797609863746762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2009/10/atlantis-bag-i.html' title='Atlantis (bag. I)'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_9L5mO5Zdey8/StoGjfCKBSI/AAAAAAAAAEU/KtO1_EdwYNA/s72-c/atlantiscity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-9006821030193396424</id><published>2008-08-14T07:24:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T20:42:29.741-07:00</updated><title type='text'>SEJARAH SASTRA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Sejarah sastra adalah ilmu yang memperlihatkan perkembangan karya sastra dari waktu ke waktu. Sejarah sastra bagian dari ilmu sastra yaitu ilmu yang mempelajari tentang sastra dengan berbagai permasalahannya. Di dalamnya tercakup teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra, dimana ketiga hal tersebut saling berkaitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Selanjutnya (Todorov; 1985: 61) mengatakan bahwa tugas sejarah sastra adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm" type="1"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;meneliti keragaman setiap kategori sastra. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;meneliti jenis karya sastra baik secara diakronis, maupun secara sinkronis. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;menentukan kaidah keragaman peralihan sastra dari satu masa ke masa berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Periodisasi &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_0" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Sastra Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Ada beberapa pendapat tentang periodisasi sastra Indonesia, saya mengambil dua diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm" type="1"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menurut Nugroho Notosusanto&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;a. Kesusastraan Melayu Lama &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;b. Kesusastraan Indonesia Modern&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;1). Zaman Kebangkitan : Periode 1920, 1933, 1942, 1945&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;2). Zaman Perkembangan : Periode 1945, 1950 sampai sekarang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm" type="1" start="2"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Menurut Simomangkir Simanjuntak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;a. Kesusastraan masa lama/ purba : sebelum datangnya pengaruh hindu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;b. Kesusastraan Masa Hindu/ Arab : mulai adanya pengaruh hindu sampai dengan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_1"&gt;kedatangan agama Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;c. Kesusastraan Masa Islam &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;d. Kesusastraan Masa Baru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;1). Kesusastraan Masa &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_2"&gt;Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;2). Masa Balai Pustaka &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;3). Masa Pujangga Baru &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;4). Kesusastraan Masa Mutakhir : 1942 hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sejarah Sastra Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Kepulauan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_3"&gt;Nusantara&lt;/span&gt; yang terletak diantara benua Asia dan Australia dan diantara &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_4"&gt;Samudra&lt;/span&gt; Hindia/ Indonesia dengan Samudra Pasifik/ Lautan Teduh, dihuni oleh beratus-ratus suku bangsa yang masing-masing mempunyai sejarah, kebudayaan, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_5" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;adat istiadat&lt;/span&gt; dan bahasa sendiri-sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_6"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt; berasal dari bahasa melayu yaitu salah satu bahasa daerah di Nusantara. Bahasa Melayu digunakan oleh masyarakat Melayu yang berada di pantai timur pulau Sumatera. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;-Kerajaan Melayu yang berpusat didaerah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_7"&gt;Jambi&lt;/span&gt;, pada pertengahan abad ke-7 (689-692) dikuasai oleh &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_8" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Sriwijaya&lt;/span&gt; yang beribu kota di daerah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_9"&gt;Palembang&lt;/span&gt; sekarang ini,-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm" type="1"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kesusastraan Melayu Klasik&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Sastra Melayu Klasik tidak dapat digolongkan berdasarkan jangka waktu tertentu karena hasil karyanya tidak memperlihatkan waktu. Semua karya berupa milik bersama. Karena itu, penggolongan biasanya berdasarkan atas : bentuk, isi, dan pengaruh asing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;a. Kesusastraan Rakyat (Kesusastraan Melayu Asli)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kesusastraan rakyat/ Kesusastraan melayu asli, hidup ditengah-tengah masyarakat. Cerita itu diturunkan dari orang tua kapada anaknya, dari nenek mamak kepada cucunya, dari pencerita kepada pendengar. Penceritaan ii dikenal sebagai sastra lisan &lt;i&gt;(oral literature).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Kesusastraan yang tumbuh tidak terlepas dari kebudayaan yang ada pada waktu itu. Pada masa Purba (sebelum kedatangan agama Hindu, Budha dan Islam) kepercayan yang dianut masyarakat adalah animisme dan dinamisme. Karena itu, cerita mereka berhubungan dengan kepercayaan kepada roh-roh halus dan kekuatan gaib yang dimilikinya. Misalnya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;- Cerita asal-usul&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;- Cerita binatang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;- Cerita Jenaka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;- Cerita Pelipur lara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Contoh &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mantra Memasuki hutan rimba &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Hai, si Gempar Alam &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Gegap gempita &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Jarum besi akan romaku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Ular tembaga akan romaku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Ular bisa akan janggutku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Buaya akar tongkat mulutku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Harimau menderam di pengeriku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Gajah mendering bunyi suaraku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Suaraku seperti bunyi halilintar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Bibir terkatup, gigi terkunci &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Jikalau bergerak bumi dan langit &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Bergeraklah hati engkau &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Hendak marah atau hendak &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;membiasakan aku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;b. Pengaruh Hindu dalam Kesusastraan Melayu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Pengaruh Hindu Budha di Nusantara sudah sejak lama. Menurut J.C. Leur (Yock Fang : 1991:50) yang menyebarkan agama Hindu di Melayu adalah para Brahmana. Mereka diundang oleh raja untuk meresmikan yang menjadi ksatria. Kemudian dengan munculnya agama Budha di India maka pengaruh India terhadap bangsa Melayu semakin besar. Apalagi agama Budha tidak mengenal kasta, sehingga mudah beradaptasi dengan masyarakat Melayu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;- Epos India dalam kesusastraan Melayu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 90pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;·&lt;span style="FONT: 7px 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normalfont-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Ramayana : cerita Ramayana sudah dikenal lama di Nusantara. Pada zaman pemerintahan Raja Daksa (910-919) cerita rama diperlihatkan di relief-relief Candi Loro Jonggrang. Pada tahun 925 seorang penyair telah menyalin cerita Rama ke dalam bentuk puisi Jawa yaitu Kakawin Ramayana. Lima ratus tahun kemudian cerita Rama dipahat lagi sebagai relief Candi Penataran. Dalam bahasa melayu cerita Rama dikenal dengan nama &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_10" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Hikayat&lt;/span&gt; Sri Rama yang terdiri atas 2 versi : 1) Roorda van Eysinga (1843) dan W.G. Shelabear.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 90pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;·&lt;span style="FONT: 7px 'Times New Roman'; font-size-adjust: none; font-stretch: normalfont-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Mahabarata : Bukan hanya sekedar epos tetapi sudah menjadi &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_11"&gt;kitab suci agama Hindu&lt;/span&gt;. Dalam sastra melayu Mahabarata dikenal dengan nama &lt;i&gt;Hikayat Pandawa. &lt;/i&gt;Dalam sastra jawa pengaruh Mahabarata paling tampak dari cerita wayang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 90pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;c. Kesusastraan Zaman Peralihan Hindu-Islam, dan pengaruh Islam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Sastra zaman peralihan adalah sastra yang lahir dari pertemuan sastra yang berunsur Hindu dengan sastra yang berunsur Islam di dalamnya. Contoh karya-karya sastra yang masuk dalam masa ini adalah ; Hikayat &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_12"&gt;Puspa&lt;/span&gt; raja, Hikayat Parung Punting, Hikayat Lang-lang Buana, dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Sastra pengaruh Islam adalah karya sastra yang isinya tentang &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_13"&gt;ajaran agama Islam&lt;/span&gt; yang harus dilakukan oleh penganut agama Islam. Contoh karya : Hikayat Nur Muhammad, Hikayat Bulan Berbelah, Hikayat Iskandar Zulkarnaen dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;-Perkembangan agama Islam yang pesat di Nusantara sebenarnya bertalian dengan perkembangan Islam di dunia. Pada tahun 1198 M. Gujarat ditaklukkan oleh Islam. Melalui Perdagangan oleh bangsa Gujarat, Islam berkembang jauh sampai ke wilayah Nusantara. Pada permulaan abad ke-13 Islam berkembang pesat di Nusantara.-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;-Pada abad ke-16 dan ke-17 kerajaan-kerajaan di Nusantara satu persatu menjadi wilayah jajahan bangsa-bangsa Eropa yang pada mulanya datang ke Nusantara karena mau memiliki rempah-rempah.-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;d. Kesusastraan Masa Peralihan : Perkembangan dari Melayu Klasik ke Melayu Modern&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Pada masa ini perkembangan antara kesusastraan Melayu Klasik dan kesusastraan Melayu Modern peralihannya dilihat dari sudut isi dan bahasa yang digunakan oleh pengarangnya. Dua orang tokoh yang dikenal dalam masa peralihan ini adalah Raja Ali Haji dari pulau Penyengat, &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_14" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Kepulauan Riau&lt;/span&gt;, dan Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi dari Malaka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Contoh karya Abdullah : Hikayat Abdullah, Syair &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_15"&gt;Singapura&lt;/span&gt; dimakan Api, ia juga menerjemahkan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_16" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Injil&lt;/span&gt; ke dalam bahasa melayu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Contoh Gurindam Raja Ali Haji&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;Gurindam pasal pertama&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Barang siapa tidak memegang agama &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Sekali-kali tidakkan boleh di bilangkan nama &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Barang siapa mengenal yang empat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Ia itulah orang yang makrifat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Barang siapa mengenal Allah &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Suruh dan tengahnya tiada ia menyalah &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Barang siapa mengenal dunia &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;tahulah ia barang yang terperdaya &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Barang siapa mengenal akhirat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Tahulah ia dunia mudarat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Kurang fikir, kurang siasat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Tinta dirimu kelah tersesat &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Fikir dahulu sebelum berkata &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Supaya terlelah selang sengketa &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Kalau mulut tajam dan kasar &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Boleh ditimpa bahaya besar &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Jika ilmu tiada sempurna &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;Tiada berapa ia berguna.-&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0cm" type="1" start="2"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kesusastraan Indonesia Modern&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lahirnya Kesusastraan Indonesia Modern&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Jika menggunakan analogi ¨Sastra ada setelah bahasa ada¨ maka kesusastraan Indonesia baru ada mulai tahun 1928. Karena nama ¨bahasa Indonesia¨ secara politis baru ada setelah bahasa Melayu di diikrarkan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dikenal dengan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_17" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Sumpah Pemuda&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Namun menurut Ayip Rosidi dan A. Teeuw, Kesusastraan Indonesia Modern ditandai dengan rasa kebangsaan pada karya sastra. Contohnya seperti : Moh. Yamin, Sanusi Pane, Muh. Hatta yang mengumumkan sajak-sajak mereka pada majalah Yong Sumatera sebelum tahun 1928.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;a. Masa Kebangkitan (1920-1945)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;1). Periode 1920 (Angkatan Balai Pustaka)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Contoh : &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_18" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Puisi&lt;/span&gt; M. Yamin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;i&gt;Bahasa, Bangsa &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selagi kecil usia muda &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tidur si anak di pangkuan bunda &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ibu bernyanyi lagu dan dendang &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;memuji si anak banyaknya sedang &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;berbuai sayang malam dan siang &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;buaian tergantung di tanah moyang &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;....&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1922&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;2). Periode 1933 (Angkatan Pujangga Baru)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Penamaan periode ini di dasarkan pada munculnya majalah ¨Pujangga Baru¨ yang dikelola oleh S.T. Alisyahbana, Armin Pane dan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_19"&gt;Amir Hamzah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Contoh : Puisi Amir Hamzah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;i&gt;Datanglah engkau wahai maut &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lepaskan aku dari nestapa &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Engkau lagi tempatku berpaut &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Diwaktu ini gelap gulita &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;(Buah Rindu II)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;3). Periode 1942 (Angkatan 45)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_20" style="BACKGROUND: 0% 50%; CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Chairil Anwar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt; pelopor angkatan 45, nama lain pada masa ini seperti Idrus, Mochtar Lubis dan Pramoedya A T.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Contoh Sajak Chairil :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;i&gt;Awas jangan bikin beta marah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beta bikin pala mati &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beta kirim datudatu!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beta Pattirajaaawane, penjaga hutan pala &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Beta api dipantai. Siapa mendekat &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tiga kali menyebut beta punya nama.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;b. Masa Perkembangan (1945 – sekarang)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 36pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;1). Periode 1945 (Angkatan 45 : 1942-1953)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;2). Periode 1950 (Angkatan 50 dimulai tahun 1953)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Dimasa ini ada Nugroho Notosusanto pengarang Hujan Kepagian, AA Navis pengarang Robohnya Surau Kami, Trisnoyuwono pengarang laki-laki dan mesiu, penyair Toto Sudarto Bachtiar, WS Rendra (juga ada yang menggolongkan ke angkatan 70)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;3). Angkatan 66&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Pada tanggal 6-9 Mei 1966 Fakultas Ekonomi &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_21"&gt;Universitas Indonesia&lt;/span&gt; bersama dengan KAMI dan KAPPI menyelenggarakan simposium berjudul : ¨Kebangkitan semangat 1966 : Menjelajah Tracee Baru Lekra dan Neolekranisme¨. Dominasi kebudayaan oleh politik, tegas-tegas ditolak. Inilah mulai dinamakannya angkatan 66. Dari kelompok ini, majalah bulanan baru, Horison, segera terbit sebagai suara sastranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;em&gt;4), Angkatan 70&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Tahun 1970-1990 ada beberapa sastrawan yang terkenal misalnya : &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_22" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Sutardji Calzoum Bachri&lt;/span&gt;, Abdul Hadi W.M., &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_23" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;Putu Wijaya&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;Contoh Sajak Abdul Hadi WM : Tawangmangu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kalau kehijauan yang bangkit dari bukti-bukti &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dan &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218722261_24" style="CURSOR: pointer; BORDER-BOTTOM: rgb(0,102,204) 1px dashed"&gt;air terjun&lt;/span&gt;, dimana aku pernah lewat dan menghirup &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kesegaran pagi dan kuntum melur, sekarang aku batu &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;yang kau angkat dari tepi sungai dan kaubiarkan abadi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;seperti nyawa sekarat mengeliat, mengeliat mungkin kau &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sedang menghiasku dengan retakan-retakan air hujan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dan keharuan waktu yang beragam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;(dalam Tergantung pada Angin)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0);font-family:arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;SELESAI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0cm 0cm 0pt 54pt; TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;*artikel ini sebagian besar merangkum dari modul 'sejarah sastra' terbitan Univ. Terbuka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-9006821030193396424?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/9006821030193396424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=9006821030193396424' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/9006821030193396424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/9006821030193396424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2008/08/sejarah-sastra-indonesia.html' title='SEJARAH SASTRA INDONESIA'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-6088876395448805653</id><published>2008-07-11T21:49:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T22:33:00.199-07:00</updated><title type='text'>Pengajaran Bahasa Indonesia</title><content type='html'>Pertama kali saya mendapatkan mata pelajaran bahasa Indonesia. Saya bertanya-tanya dalam hati  "Apakah yang saya pelajari ini dan untuk apa ?" Kemudian saya sadar betapa pentingnya bahasa Indonesia karena bahasa daerah yang begitu banyak sehingga hampir tidak mungkin untuk mempersatukannya jika tidak ada satu bahasa yang disepakati sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia adalah bahasa Pemersatu.&lt;br /&gt;Dari segi pengajarannya Bahasa Indonesia pertama kali menurut saya seperti pengajaran kamus dan kosakata. Kata-kata dalam bahasa daerah dicari persamaannya dalam bahasa Indonesia seperti kamus yang mencocokkan padanan arti. Kemudian masuk kedalam ejaan adalah bagaimana mengeja Bahasa Indonesia secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersambug&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-6088876395448805653?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/6088876395448805653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=6088876395448805653' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/6088876395448805653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/6088876395448805653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2008/07/pengajaran-bahasa-indonesia.html' title='Pengajaran Bahasa Indonesia'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-2448960578863735735</id><published>2008-03-16T02:17:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T08:23:38.781-07:00</updated><title type='text'>Sastra dan Jalan Kebenaran Ke-empat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aristoteles pernah mengatakan bahwa sastra adalah jalan keempat menuju kebenaran.&lt;/span&gt; Ungkapan filsuf terkenal ini seringkali dikutip untuk mendefinisikan tentang sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Skeptisisme dan Rasionalisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang manusia ketika lahir kemudian menjalani kehidupannya secara intuitif berusaha mencari kebenaran - who, what, where, when, why and how : kita di dunia ini- , hal yang tidak mudah ditemukan.&lt;br /&gt;Jalan pertama yang paling dianggap aman adalah jalan agama, nabi dan rasul diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kebenaran yaitu firman-Nya untuk dilaksanakan oleh suatu kaum atau seluruh manusia. Dalam hal ini wahyu adalah kebenaran absolut.&lt;br /&gt;Tetapi manusia dikaruniai dengan akal dan perasaan atau hati nurani, hal yang abstrak seperti pula nafsu. Maka kebenaran wahyu yang absolut tersebut penting untuk dibuktikan sehingga wahyu tidak hanya dapat untuk dipahami melainkan untuk diyakini sesungguh-sungguhnya oleh akal dan perasaan atau hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-sang skeptis selalu tidak percaya akan sesuatu sebelum ia membuktikannya sendiri, dan sang rasionalis tidak akan pernah percaya terhadap sesuatu yang tidak masuk akal-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Filsuf&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ilmuwan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi Muhammad (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;570 - 632 M)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;bersabda&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   : &lt;/span&gt;"Dan tidaklah aku diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlak manusia." Secara tersirat Allah (melalui Nabi Muhammad) berkehendak untuk 'memanusiakan manusia' mengembalikan manusia pada kedudukannya semula sebagai makhluk terpuji bukan berkelakuan seperti binatang atau lebih keji lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jalan kedua&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Filsafat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aristoteles (&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;384 SM-322 SM) sebagai seorang filsuf pernah mengatakan : "Alam semesta tidaklah dikendalikan          oleh serba kebetulan, oleh magi, oleh keinginan tak          terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku          alam semesta itu tunduk pada hukum-hukum rasional." Tercermin dalam tulisan-tulisan          Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau          masyarakat selalu terbuka untuk obyek pemikiran dan analisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jalan ketiga : Ilmu Pengetahuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Albert Einstein (1879-1955 M) salah seorang ilmuwan pernah mengatakan : &lt;/span&gt;"Ilmu pengetahuan tanpa agama buta, agama tanpa ilmu pengetahuan lumpuh.”&lt;br /&gt;Tentang Newton : "Alam dan hukum alam tersembunyi di             balik malam. Tuhan berkata, biarlah Newton ada! Dan semuanya akan             terang benderang." (Alexander Pope)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-ilmu pengetahuan adalah bukti bahwa Tuhan tidak bermain dadu tentang alam semesta-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sastra dan Jalan Kebenaran Ke-empat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya kuat memegang anggapan bahwa "Sastra" adalah salah satu pembentuk kebudayaan yang utama. Dalam pendapat Aristoteles : "Sastra adalah jalan kebenaran keempat setelah Agama, Filsafat dan Ilmu pengetahuan". Saya kurang sependapat dengan Aristoteles, dalam anggapan saya, Keempat hal itu bukanlah sebuah jalan yang berlainan. Namun dalam sebuah dunianya sendiri sastra tidak bisa didefinisikan secara absolut, melainkan serba relatif dan subjektif. Dan sastra yang terlanjur kita kenal adalah "sastra tertulis".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya katakan demikian, (terus terang) telah lama saya terkejut dengan fenomena Alquran, berbagai cara saya tempuh untuk mendefinisikan kenapa Alquran adalah keajaiban Nabi Muhammad yang terbesar, bukan keajaiban yang lain. Ketika saya lakukan pendekatan dengan agama yang saya anut (Islam), maka Alquran adalah kitab agama yang sempurna. Ketika saya lakukan pendekatan dengan ilmu pengetahuan (selama saya memperoleh pendidikan di sekolah -terutama IPA-) maka Alquran adalah kitab Ilmu Pengetahuan yang tertinggi, karena teknologi apapun yang telah diketemukan oleh manusia hingga sekarang, kesemuanya baik tersirat maupun tersurat telah ada didalam Alquran. Ketika saya baca dan pelajari karya-karya filsafat barat, saya dapati Alquran adalah kitab filsafat dan ideologi terlengkap dan sempurna.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana pendekatan dengan sastra ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan dengan sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah lama saya curiga dengan sastra (khususnya syair atau puisi) bagaimana sebuah tulisan atau kata-kata dapat diisi oleh jiwa orang yang menulisnya, sehingga dapat berdampak kepada orang yang membacanya atau mendengarnya. Maka saya temukan bahwa Alquran adalah kata-kata yang berjiwa. Seperti saya menyebut bahwa puisi-puisi saya adalah jiwa saya yang dituliskan oleh tangan saya, maka Alquran adalah Firman-firman Allah yang dituliskan oleh Nabi Muhammad SAW. Sehingga nyatalah bagi saya kenapa Alquran dapat mengubah manusia dan dunia.&lt;br /&gt;Maka pertanyaan : "Coba samakan tone anda dengan Allah, pencipta Anda?" Dapat saya jawab : "saya akan coba samakan tone saya dengan Alquran, Firman Allah yang telah diberi Ruh-Nya" sehingga begitulah cara mengenal pencipta saya, sehingga tidak menjadi Atheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu pulalah ketika karya sastra telah mewakili jiwa penulisnya, maka saya akan merasakan dampaknya bagi diri saya sendiri setelah jiwa saya, saya samakan dengan penulisnya itu, sehingga saya tahu apa yang dimaui penulisnya. Tanpa ada kesamaan itu, maka karya sastra yang saya baca akan sia-sia, tidak bisa saya ambil hikmah atau kandungan didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-2448960578863735735?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/2448960578863735735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=2448960578863735735' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/2448960578863735735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/2448960578863735735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2008/03/sastra-dan-jalan-kebenaran-ke-empat.html' title='Sastra dan Jalan Kebenaran Ke-empat'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8029920634263265962.post-8603169153506285491</id><published>2008-03-06T04:32:00.000-08:00</published><updated>2008-03-14T07:33:58.788-07:00</updated><title type='text'>Menulis bukan mengarang</title><content type='html'>Menulis bukanlah mengarang, menulis beda dengan mengarang, menulis tak sesulit mengarang. Menulis adalah ketika kamu memikirkan sesuatu kemudian menuliskannya kedalam suatu kertas, buku, komputer atau apapun. Menulis bukan membiarkan ide mengendap di otak tanpa menuangkannya dalam sebuah bentuk tulisan. Menulis adalah menulis apa saja tanpa mikir aturan, tanpa mikir apakah hasil tulisan bagus atau jelek. Menulis subjektifitas bukan objektifitas, karena bukan untuk karya ilmiah atau skripsi atau tesis atau disertasi,  bukan pula mengarang yaitu mengarang prosa yang banyak aturan inilah itulah. Tapi menulis mungkin pula menulis puisi bebas yang individualis yang mungkin hanya dimengerti oleh diri sendiri. Lalu kenapa  jika hanya dimengerti oleh diri sendiri, tak ada yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menulislah karena memang kau cinta menulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8029920634263265962-8603169153506285491?l=coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/feeds/8603169153506285491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8029920634263265962&amp;postID=8603169153506285491' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/8603169153506285491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8029920634263265962/posts/default/8603169153506285491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretan-pemikiran-makaribi.blogspot.com/2008/03/menulis-bukan-mengarang.html' title='Menulis bukan mengarang'/><author><name>MAKARIBI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09561248735605486124</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
